Hukum Ramadhan, Menelan Sisa Odol Saat Puasa, Buya Yahya: Air Liur Sudah Bercampur
Buya Yahya menjawab dalam Youtube Al-Bahjah TV, bahwa menelan sisa odol saat puasa termasuk batal membatalkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Pada bulan suci Ramadhan, kebersihan gigi dan mulut harus tetap diperhatikan supaya tidak menimbulkan bau tidak sedap.
Caranya yaitu dengan menggosok gigi menggunakan odol yang biasa dilakukan saat imsyak menjelang waktu subuh. Bagaimana hukumnya pada puasa Ramadhan?
Namun bagaimana hukum Ramadhan menelan sisa odol bekas sikat gigi saat puasa?
Baca Juga: Amalan Ramadhan, Doa Malam Lailatul Qadar, Ustadz Adi Hidayat: Baca Setiap Selesai Sholat Tarawih!
Buya Yahya menjawab dalam Youtube Al-Bahjah TV, bahwa menelan sisa odol saat puasa termasuk batal membatalkan.
“Karena air liur sudah bercampur dengan sesuatu yaitu odol, dan sengaja ditelan,” jelas Buya Yahya.
Apabila menelan sisa odol tersebut pada saat waktu imsyak, maka hukum Ramadhan mengaturnya tidak batal.
Baca Juga: Sebelum Dikeroyok Ade Armando Sempat Dimaki-maki: Sadar, Sadar Bulan Puasa
Gosok gigi disiang hari saat puasa asal jangan ditelan juga itu diperbolehkan menurutnya, namun hal tersebut makruh saja.
“Artinya makruh tidak mendapat dosa, tapi dibenci Allah SWT,” lanjutnya.
Terkecuali jika kumur-kumur dalam maksud untuk berwudhu yang dilanjutkan dengan sholat.
Hukum Ramadhan menelan sisa odol saat puasa jelas membatakalkan karena ada sifat rasa dari odol tersebut.
Kecuali jika hanya mengira-ngira saja, berprasangka itu odol lalu ditelan. Padahal bukan odol, itu tidak membatalkan puasa.***(Lia Kamilah)
Editor : inilahkoran

