Risiko Penyakit Hewan Masih Mengintai, Pemkot Bandung Tingkatkan Pengawasan
Kota Bandung meningkatkan kewaspadaan, terhadap potensi masuknya penyakit hewan menjelang Idul Adha 2026 di tengah status kota yang terbuka dan tingginya mobili
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kota Bandung meningkatkan kewaspadaan, terhadap potensi masuknya penyakit hewan menjelang Idul Adha 2026 di tengah status kota yang terbuka dan tingginya mobilitas pendatang.
Meski ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah jauh mereda, pengawasan terhadap hewan kurban tetap diperketat untuk mencegah risiko penularan dari luar daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, kondisi saat ini relatif lebih aman dibandingkan periode saat wabah PMK sempat menjadi perhatian serius.
“Sebetulnya, sebelumnya kita khawatir dengan penyakit PMK. Tetapi sekarang kita sudah merasa lebih aman. Namun kami tetap waspada, terutama karena Kota Bandung terbuka banyak pendatang,” kata Gin Gin Ginajar, Selasa (28/4/2026).
Dia menjelaskan, keterbukaan wilayah membuat potensi masuknya penyakit hewan tetap ada terutama melalui distribusi hewan kurban dari luar daerah. Pihaknya, terus memperkuat langkah pencegahan sejak awal.
“Ini kami antisipasi dengan vaksinasi, dan pemeriksaan kesehatan jauh-jauh hari,” ucapnya.
Namun demikian, Gin Gin mengakui pengawasan di lapangan masih menghadapi keterbatasan. Dari total sekitar 18 ribu hewan yang diperiksa, baru sekitar 9 ribu yang dapat dipastikan terpantau secara optimal oleh petugas.
“Berdasarkan catatan kami sebelumnya. Dari 18 ribu yang diperiksa, hanya sekitar 9 ribu yang bisa kami pastikan terperiksa dengan baik,” ujar dia.
Kondisi tersebut, membuat DKPP mengandalkan peran kader di lapangan memperluas jangkauan pengawasan. Para kader, dibekali pelatihan agar mampu membantu memantau kondisi hewan kurban di tingkat lingkungan.
"Juga sekaligus melaporkan jika ditemukan indikasi hewan tidak sehat, atau tidak layak disembelih," jelasnya.
Menurutnya, penguatan peran masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keamanan pangan hewan kurban. Terutama menjelang puncak distribusi hewan, yang biasanya meningkat signifikan menjelang hari raya Idul Adha.
"Pengawasan tidak hanya bertujuan mencegah penyakit. Namun juga memastikan hewan kurban yang beredar, memenuhi standar kesehatan sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat," tandas dia.***
Editor : JakaPermana

