RM Ungkap Para Member BTS Menangis Bersama Hadapi Kesulitan Mental saat Wajib Militer

Ternyata semua member BTS sempat menangis bersama untuk menghadapi kesulitan mental saat menjalani wajib militer.

RM Ungkap Para Member BTS Menangis Bersama Hadapi Kesulitan Mental saat Wajib Militer
RM BTS.

INILAHKORAN, Bandung - RM BTS melakukan siaran langsung di Weverse untuk menyapa penggemarnya baru-baru ini.

Selama siaran langsung Weverse, RM merenungkan periode sekitar masa selesainya wajib militer member tertua BTS, Jin, dan mengungkapkan bahwa grup tersebut telah melewati masa yang sangat menantang secara emosional.

“Saat itu, semua orang sedang berjuang secara mental,” tutur RM. Mengingat kembali pertemuan di salah satu rumah member grup.

RM mengungkapkan, “Kami menangis tersedu-sedu dan membicarakan bagaimana hyung tertua kami perlu membantu menjaga kekompakan tim.”

Menurut RM, para member saling berjanji selama pertemuan yang penuh emosi itu. Mereka sepakat bahwa setelah menjalani masa wajib militer, mereka akan kembali dan langsung mengerjakan album baru sebagai bentuk balas budi kepada para penggemar atas kesabaran dan dukungan mereka.

Janji itu akhirnya mengantarkan BTS merilis album studio kelima mereka, 'ARIRANG', pada 20 Maret 2026. 

Menampilkan 14 lagu, album ini menandai perilisan studio penuh pertama grup tersebut dalam kurang lebih tiga tahun sembilan bulan sejak 'Proof' pada tahun 2022. 

Proyek ini mengeksplorasi akar, identitas, dan kisah pribadi grup yang terkumpul sepanjang perjalanan mereka.

RM juga berbicara tentang emosi yang terus dia alami selama kegiatan promosi grup saat ini.

“Ada saat-saat ketika saya diliputi emosi dan ada saat-saat ketika saya benar-benar larut dalam perasaan saya,” akunya.

Sadar bahwa komentarnya dapat menarik perhatian, RM menambahkan, “terkadang setiap kata yang saya ucapkan menjadi masalah, jadi saya sering bertanya-tanya apakah saya harus menyalakan siaran langsung.”

Leader BTS itu juga berbagi pandangannya tentang bagaimana industri musik dan kebiasaan mendengarkan musik telah berubah seiring waktu. 

“Awalnya saya terjun ke musik melalui sastra dan lirik, tetapi sekarang rasanya orang-orang tidak terlalu mendengarkan lirik lagi,” ujarnya. 

“Saya pertama kali belajar tentang reel pendek saat berada di militer, dan sekarang saya juga mengikuti algoritma tersebut,” tambahnya.

RM selanjutnya mengungkapkan kekhawatiran tentang apa yang dia lihat sebagai budaya yang semakin satu dimensi. 

“Rasanya seperti semua hal kecuali positivitas yang berlebihan diabaikan,” ujarnya. “Meskipun begitu, saya ingin BTS melindungi rasa romantis dan idealisme itu.”

RM menyimpulkan dengan merenungkan evolusi musik itu sendiri, mencatat bahwa musik telah menjadi jauh lebih dari sekadar mendengarkan lagu. 

Menurut RM, musik modern kini terkait erat dengan pengalaman yang lebih besar seperti konser, film dokumenter, dan berbagai bentuk penceritaan yang menghubungkan artis dan penonton pada tingkat yang lebih dalam.***


Editor : Irma Nurfajri