Rp6,5 Triliun Mengalir ke PAD Jabar dari Otomotif, GIIAS Bandung 2025 Pertegas Peran Strategis

Helatan pameran otomotif bergengsi, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Bandung 2025, resmi dibuka di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung, Rabu 1 Oktober 2025.

Rp6,5 Triliun Mengalir ke PAD Jabar dari Otomotif, GIIAS Bandung 2025 Pertegas Peran Strategis
Helatan pameran otomotif bergengsi, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Bandung 2025, resmi dibuka di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung, Rabu 1 Oktober 2025.

INILAHKORAN, Bandung – Helatan pameran otomotif bergengsi, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Bandung 2025, resmi dibuka di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung, Rabu 1 Oktober 2025.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan kebanggaan, karena Jabar kembali dipercaya menjadi tuan rumah salah satu pameran otomotif terbesar di Indonesia.

“Bandung dan Jawa Barat memiliki sejarah panjang dalam dunia otomotif Indonesia, dengan potensi ekonomi, kreativitas, dan semangat inovasi yang tinggi. Karena itu, kami merasa bangga dipercaya menjadi tuan rumah GIIAS Bandung 2025,” ujarnya.

Menurut Erwan, GIIAS bukan sekadar ajang pameran kendaraan, tetapi juga sarana transfer teknologi, edukasi, hiburan, sekaligus peluang besar untuk investasi. Ia menekankan pentingnya inovasi menuju kendaraan ramah lingkungan, termasuk mobil listrik, yang kini menjadi tren global.

“Industri otomotif tidak hanya soal teknologi kendaraan, tapi juga memberikan dampak besar pada perekonomian, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Erwan juga menyoroti besarnya kontribusi sektor otomotif terhadap pendapatan daerah. Hingga 30 September 2025, realisasi penerimaan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) telah mencapai Rp6,5 triliun. 

Selain itu, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan penjualan mobil terbesar kedua nasional periode Januari–Mei 2025 dengan pangsa pasar 14,4 persen.

Di sisi lain, Setia Diarta menegaskan peran strategis Jawa Barat dalam peta industri otomotif nasional.

“Kontribusi sektor industri, termasuk otomotif, mencapai 40,08 persen dari total PDRB Jawa Barat. Ini menunjukkan betapa pentingnya Jawa Barat sebagai pusat manufaktur otomotif nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada 2024 nilai tambah bruto industri kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 110 miliar dolar AS, dengan efek berganda mencapai Rp372 triliun pada sektor utama dan Rp422 triliun di sektor e-commerce. 

Menurutnya, industri otomotif bukan hanya menciptakan nilai tambah, tetapi juga memiliki keterhubungan yang kuat dengan berbagai sektor, mulai dari bahan baku hingga perdagangan dan transportasi.

Setia juga menyinggung rendahnya rasio kepemilikan mobil di Indonesia yang baru mencapai 99 per 1.000 penduduk, jauh di bawah Malaysia (490), Thailand (292), dan Singapura (200). 

Namun, kondisi ini justru menandakan masih luasnya potensi pasar otomotif nasional, terutama dengan meningkatnya kelas menengah yang mulai melirik kendaraan listrik.

“Dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, potensi pasar otomotif kita sangat menjanjikan,” ungkapnya.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara GIIAS, Anton Kumonty, menambahkan alasan Bandung kembali dipilih sebagai tuan rumah.

“Jawa Barat merupakan pusat manufaktur otomotif terbesar di Indonesia. Karena itu, Gaikindo berkomitmen untuk terus menghadirkan GIIAS di Bandung sebagai upaya mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional,” ujarnya.

GIIAS Bandung 2025 digelar pada 1–5 Oktober 2025 menghadirkan total 18 merek kendaraan bermotor. Dari kategori kendaraan penumpang hadir 15 merek yakni BAIC, BYD, Chery, Citroën, Daihatsu, GAC Aion, Honda, Jaecoo, Jeep, Mazda, MG, Seres, Suzuki, Toyota, dan Wuling. Untuk kendaraan komersial hadir DFSK, sementara kategori roda dua diwakili Royal Enfield dan Scomadi.

Menariknya, terdapat lima merek yang untuk pertama kalinya tampil di GIIAS Bandung, yaitu BAIC, Jaecoo, Jeep, dan Seres dari kategori kendaraan penumpang, serta DFSK untuk kendaraan komersial.

Sejalan dengan komitmen pemerintah menurunkan emisi karbon, GIIAS Bandung 2025 menampilkan berbagai model kendaraan listrik berbasis baterai. Kehadiran produk-produk ini diharapkan memperkuat ekosistem otomotif hijau di Indonesia sekaligus menarik minat masyarakat.***


Editor : JakaPermana