RSHS Bandung Isolasi Seorang Pasien Berstatus Pendalaman Kemenkes
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengisolasi satu orang pasien berstatus dalam pendalaman Kementrian Kesehatan. Meski begitu, positif atau tidaknya pasien tersebut terpapar virus corona atau Covid-19 belum dapat dipastikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengisolasi satu orang pasien berstatus dalam pendalaman Kementrian Kesehatan. Meski begitu, positif atau tidaknya pasien tersebut terpapar virus corona atau Covid-19 belum dapat dipastikan.
Direktur RSHS Nina Susana Dewi menjelaskan, sebelumnya terdapat lima pasien yang sempat menjalani perawatan. Mereka ditempatkan di ruangan isolasi infeksi khusus kemuning (RIIKK).
Dari jumlah tersebut, lanjut Nina, sebanyak dua pasien bakal dipindahkan ke ruangan lain, dua pasien diperbolehkan pulang pada sore ini, dan satu orang masih ditinggal di ruangan isolasi. Meski ditinggal, kondisi satu orang pasien tersebut dalam keadaan baik dan tanpa alat bantu kesehatan.
"Orang ini (pasien yang masih diisolasi) keadaannya sudah baik tapi dalam status masih pendalaman Kementerian Kesehatan," ucap Nina di RSHS Bandung, Rabu (11/3/2020).
Saat disinggung status pasien negatif atau positif corona dan usia serta jenis kelami. Nina menuturkan, pihaknya belum dapat memberitahukan hal tersebut. Pasalnya, identitas pasien itu tidak diungkapkan ke publik untuk memberikan perlindungan dan rasa aman pada pasien yang bersangkutan serta masyarakat.
Sementara itu, untuk semua pasien yang dipindahkan atau dipulangkan dipastikan berstatus negatif corona.
"Karena dokter sendiri memang tidak mengungkapkan di rumah sakit mana dan tidak mengungkapkan identitas itu untuk keamanan dan perlindungan bagi pasien juga masyarakat," ujar Nina.
Lebih lanjut, Nina menambahkan, status pendalaman disematkan karena segala informasi yang berkaitan dengan Corona diberitahukan melalui Kemenkes. Menurutnya, Kemenkes masih ingin melakukan pendalaman atas pasien tersebut.
"Istilah pendalaman karena semua pemberitahuan itu satu pintu melalui Dokter Yuri. Jadi kalau ada pertanyaan positif atau negatif itu silakan bertanya ke sana. Tapi istilah dari kami itu adalah pendalaman karena kementerian kesehatan masih ingin menggali keterkaitannya," ungkap Nina.
Selain itu, Nina juga enggan menyebutkan, satu pasien yang berstatus pendalaman Kemenkes merupakan orang yang pernah kontak dekat dengan pasien 1 dan 2 asal Depok.
Padahal, sebelumnya RSHS Bandung merawat dua pasien berstatus risiko tinggi. Pasalnya, keduanya pernah melakukan kontak erat dengan pasien 1 dan 2 asal Depok di Jakarta.
"Kontak dengan pasien satu atau tidak, tidak disebutkan tapi kita dengarkan aja nanti Pak Yuri bicara apa soal ini karena dia yang menyebutkan bahwa ini berkontak dengan siapa dan siapa. Jadi kita tunggu saja pak Yuri menunggu beliau menyatakan apa," pungkas Nina.
Diberitakan sebelumnya, RSHS Bandung tengah merawat lima orang pasien yang diduga terpapar virus corona atau Covid-19. Dua diantarnya dinyatakan berisiko tinggi, hal itu dikarenakan keduanya pernah kontak langsung dengan pasien 1 dan 2 positif corona asal Depok.
"Kedua pasien ini ada kontak dengan pasien terkonfirmasi di Jakarta, itu positif. Jadi dia high risk (berisiko tinggi) ya," ucap Kepala Bidang Medik Rumah Sakit Hasan Sadikin Zulvayanti dalam konferensi persnya, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Senin (9/3/2020). (Ridwan Abdul Malik)
Editor : Doni Ramdhani


