Ruang Belajar Menanti Revitalisasi

Ruang Belajar  Menanti Revitalisasi
REVITALISASI SD: Mendikdasmen Abdul Mu’ti meninjau revitalisasi SDN 1 Kedungjaya, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jabar, Senin (28/9).(ANTARA/HO-HUMAS KEMENDIKDASMEN)

INILAH, Cirebon - Ruang belajar baru tengah disiapkan bagi para siswa SDN 1 Kedungjaya, Kabupaten Cirebon. Setelah dua sekolah digabungkan, revitalisasi menjadi langkah untuk menghadirkan sarana pendidikan yang lebih representatif.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung proses revitalisasi tersebut. Pembangunan ditargetkan tuntas pada Desember mendatang.

Revitalisasi mendapat bantuan pemerintah sebesar Rp1,8 miliar. Anggaran itu digunakan untuk membangun dan memperbaiki 12 ruang kelas, dua ruang administrasi, satu perpustakaan, serta sembilan toilet.

Hingga saat ini, progres pembangunan mencapai sekitar 40 persen. Pekerjaan ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan.

“Ini adalah penggabungan dari dua SD yang di-merger, yang mudah-mudahan dengan revitalisasi ini sarana pembelajaran bisa lebih representatif dan lebih baik lagi,” kata Mu’ti, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (30/9). 

Pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan kepala sekolah, masyarakat sekitar, dan Panitia Pembangunan Sekolah. Keterlibatan berbagai pihak membuat proses revitalisasi tidak hanya menjadi pekerjaan pembangunan fisik, tetapi juga melibatkan lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Selama pembangunan berlangsung, para murid mengikuti kegiatan belajar mengajar sementara di gedung serbaguna desa dan madrasah.

Mu’ti mengatakan program revitalisasi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan sekolah yang mengalami kerusakan berat. “Kami tetap memprioritaskan sekolah yang rusak berat,” ujarnya.

Untuk Kabupaten Cirebon, sasaran revitalisasi pada 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, program tersebut menyasar 190 sekolah pada jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA dengan total anggaran mencapai Rp114,4 miliar.

Jumlah itu meningkat dari 2025 ketika program revitalisasi menyasar 59 sekolah dengan total anggaran Rp63,1 miliar.

Bagi SDN 1 Kedungjaya, revitalisasi menjadi dukungan penting setelah penggabungan dua sekolah. Kepala SDN 1 Kedungjaya Lilis Mariyam menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Menurut Lilis, pembangunan tersebut membantu sekolah menyediakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi peserta didik maupun guru. (gin)


Editor : Inilahkoran