Rumah Ambruk Diterjang Longsor dan Banjir Talegong Terima Bantuan Rp50 Juta

Pemkab Garut menganggarkan dana kompensasi bagi warga yang rumahnya ambruk diterjang bencana longsor dan banjir di Kecamatan Talegong

Rumah Ambruk Diterjang Longsor dan Banjir Talegong Terima Bantuan Rp50 Juta
Pemkab Garut menganggarkan dana kompensasi bagi warga yang rumahnya ambruk diterjang bencana longsor dan banjir di Kecamatan Talegong pada Sabtu (25/12/2021)
INILAHKORAN-Pemkab Garut menganggarkan dana kompensasi bagi warga yang rumahnya ambruk diterjang bencana longsor dan banjir di Kecamatan Talegong pada Sabtu (25/12/2021) lalu hingga sebesar Rp50 juta per unit.
 
Pemkab Garut juga menyediakan bantuan air minum bagi warga yang kebutuhan airnya tak dapat terpenuhi akibat saluran pasokan air bersihnya terganggu akibat bencana tersebut.
Hal itu dikemukakan Wabup Garut Helmi Budiman saat meninjau lokasi longsor dan banjir di Kecamatan Talegong, Rabu (29/12/2021).
 
"Alhamdulillah sudah ada dapur umum di sini. Dan kita terus support itu rumah-rumah yang runtuh. Dan kita juga untuk rumah-rumah ini kita Insya Allah ada bantuan dari Kabupaten, maksimal dari Kabupaten ini Rp50 juta bagi rumah yang ambruk," katanya.
 
 
Dia menyebutkan, pihaknya juga akan menyuplai kebutuhan sembilan barang pokok bagi warga terdampak di lokasi bencana selama masa tanggap darurat berlangsung. 
 
Menurut Helmi, berdasarkan hasil peninjauannya di lapangan, dampak longsor dan banjir di Kecamatan Talegong itu cukup hebat hingga mesti mendapatkan perhatian serius. Selain terdapat sejumlah rumah ambruk, beberapa lainnya rusak, dan terancam hingga penghuninya harus diungsikan ke tempat aman.
 
Beberapa bangunan lain  juga mengalami rusak berat, seperti Posyandu, Madrasah Diniyah, dan PAUD. Bangunan-bangunan tersebut juga harus direlokasi.
 
 
Banjir dan longsor di Kecamatan Talegong terjadi di Desa Mekarmulya, Mekarwangi, dan Desa Selaawi Kecamatan Talegong.
 
Menyusul bencana tersebut, sejumlah relawan pun berdatangan memberikan bantuan. Seperti dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Garut.
 
Menurut MDMC, hasil asesmen lapangan, diketahui bencana longsor dan banjir di Talegong sendiri dipicu hujan deras berlangsung selama hampir tiga jam. Hujan membuat air sungai meluap.
 
 
Ditambah material lumpur beserta pepohonan terbawa arus air dari pegunungan menghambat aliran sungai. Longsor terjadi di beberapa titik, dan dua jembatan rusak berat.
 
Paling parah terdampak longsor dan banjir di Kampung Cikaramat RT 01 RW 05 Desa Mekarmulya. Di desa tersebut sebanyak enam unit rumah warga tertimbun, serta tiga bangunan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), posyandu, dan Balai Rukun Warga. Sebanyak 30 unit rumah, dan satu bangunan SDN 3 Mekarmulya terancam, serta dua unit jembatan rusak berat. 
 
Menurut Aceng Hobir dari Tim Tanggap Darurat MDMC Garut sebelumnya, sedikitnya 45 kepala keluarga setara 179 jiwa terdampak banjir dan longsor di Desa Mekarmulya, dan dua unit rumah warga di Desa Mekarwangi rusak parah.
 
 
"Warga mengungsi ke tempat aman, dan sebagian ke rumah kerabat. Beberapa hal dibutuhkan warga terdampak antara lain air bersih, makanan pokok, alat kebersihan, selimut, baby kit, dan obat-obatan," ujar Aceng. (zainulmukhtar)***
 
 


Editor : inilahkoran