Sakit Hati Dituduh Curi Uang, Jadi Motif Penusukan di Cilame KBB
Dilatarbelakangi sakit hati jadi motif seorang pemuda menusuk kawannya sendiri di Cilame KBB
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Seorang pemuda bernama Sanitra Syifa'rizrifqi (27) harus dilarikan ke rumah sakit setelah ditusuk berkali-kali oleh teman satu kontrakannya sendiri, Raihan Abiyu Algifari (21). Peristiwa keji itu terjadi pada Kamis (16/04/2026) sekira pukul 10.00 WIB.
Aksi pelaku menusuk termannya sendiri dilatarbelakangi sakit hati lantaran dituduh mencuri uang Rp70 juta. Aksi penusukan tersebut terjadi di kawasan Perumahan Awani, Cluster Vimala, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, KBB.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat mengungkapkan, kejadian bermula dari perselisihan memanas antar kedua belah pihak.
Merasa emosi tak terbendung, lanjut Gofur, pelaku nekat mengambil senjata tajam jenis pisau yang ada di lokasi dan menyerang korban secara brutal.
"Aksi sadis ini akhirnya diketahui oleh warga sekitar yang melihat jejak darah dan mendengar teriakan minta tolong," kata Gofur, Jumat (17/4/2026).
Saat saksi mendobrak pintu, ungkap Gofur, terlihat pelaku sedang menindih korban dan terus melakukan penusukan. Korban ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka menganga di sejumlah bagian tubuh vital, meliputi pinggang kanan, punggung kiri, leher, bahu kanan, dan tangan kanan.
"Beruntung pertolongan cepat membuat nyawa korban berhasil diselamatkan dan langsung dievakuasi ke RS IMC," jelasnya.
Menurut keterangan pelaku, terang Gofur, aksi sadis tersebut dilatarbelakangi rasa sakit hati lantaran dituduh mencuri uang.
"Jadi hasil pemeriksaan sementara, pelaku yang tinggal bersama korban sakit hati karena dituduh mengambil uang dollar yang disimpan korban di dalam kopernya dengan nilai kurang lebih Rp70 juta," terangnya.
Gofur menyebut, pelaku mengaku kesal dan tidak terima dengan tudingan tersebut, padahal menurutnya koper tempat uang disimpan masih dalam kondisi terkunci rapat.
Lantaran emosi memuncak, sambung dia, pelaku akhirnya melampiaskan amarahnya dengan kekerasan fisik.
"Pelaku ini mengaku tidak merasa melakukan yang dituduhkan korban, apalagi informasinya koper masih ada tersimpan rapi," ujarnya.
"Namun tentunya kami akan terus gali keterangan pelaku dan korban yang masih dirawat," sambungnya.
Saat ini, lanjut Gofur, pelaku sudah berhasil diamankan oleh petugas keamanan dan kepolisian di lokasi tanpa perlawanan berarti.
"Kami masih mendalami kasus ini lebih lanjut, termasuk memverifikasi kebenaran mengenai keberadaan uang yang menjadi pemicu konflik tersebut, guna memproses hukum pelaku sesuai aturan yang berlaku," tandasnya. ***
Foto: Polisi ungkap motif penikaman pemuda di rumah kontrakan di Kabupaten Bandung Barat
Editor : Ahmad Sayuti

