Salam Perpisahan Wiliam Marcilio Untuk Persib Bandung
Tak semua perpisahan tercipta dari luka dan kegaduhan. Ada yang hadir dalam diam, mengalir bersama rasa syukur, kenangan, dan cinta yang tak pernah benar-benar pergi. Itulah yang disampaikan Wiliam Marcilio saat menutup perjalanannya bersama Persib Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Tak semua perpisahan tercipta dari luka dan kegaduhan. Ada yang hadir dalam diam, mengalir bersama rasa syukur, kenangan, dan cinta yang tak pernah benar-benar pergi. Itulah yang disampaikan Wiliam Marcilio saat menutup perjalanannya bersama Persib Bandung.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, pemain asal Brasil itu menuliskan salam perpisahan yang menyentuh relung hati. Bukan sekadar kata pamit, melainkan pengakuan tulus tentang perjalanan yang telah membentuk dirinya.
Setiap kalimat terasa berat, penuh kejujuran, dan sarat rasa terima kasih untuk Persib sebagai klub, untuk Bandung sebagai rumah, dan untuk Bobotoh yang selalu hadir dengan cinta tanpa syarat.
“Memakai jersey Persib Bandung adalah suatu kehormatan yang akan saya bawa selamanya,” tulis Wiliam, membuka kisah perpisahan yang terasa personal.
Ia mengaku pergi dengan keyakinan telah memberikan yang terbaik, sekaligus perasaan bahwa ia sebenarnya masih mampu memberi lebih banyak untuk klub sebesar Persib.
Bagi Wiliam, Persib bukan sekadar tempat bekerja. Klub ini baginya adalah rumah besar dengan fondasi kuat antara para pemain, staf, manajemen, hingga orang-orang yang bekerja di balik layar.
“Saya ingin berterima kasih kepada rekan tim saya, staf kit, departemen pemasaran, dewan, dan staf pelatih. Rasa hormat dan terima kasih saya ditujukan kepada setiap orang yang bekerja siang dan malam untuk menjadikan klub ini raksasa sejati, dari peran terkecil hingga tanggung jawab terbesar,” tulisnya kembali.
Tak lupa, ia menyinggung sisi spiritual yang menjadi pegangan hidupnya. Wiliam mengucap syukur kepada Tuhan atas kesempatan menjalani pengalaman berharga di Bandung bertumbuh bukan hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai pribadi. Ia mengaku merasakan langsung kekuatan besar dari basis pendukung Persib yang penuh gairah.
Pendukung memang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kisahnya. Sambutan hangat, dukungan tanpa henti di dalam maupun di luar lapangan, serta nyanyian dari tribun semuanya akan ia bawa sebagai kenangan yang melekat selamanya.
“Saya membawa setiap momen, setiap sesi latihan, setiap pertandingan, dan setiap nyanyian yang datang dari tribun,” tulisnya.
Menariknya, Wiliam juga meluruskan satu hal penting. Ia menegaskan bahwa kepergiannya dari Persib bukan disebabkan oleh sikap buruk atau masalah internal. Ia pergi dengan persahabatan dan cinta, serta menyebut bahwa perpisahan ini terjadi akibat perjanjian unilateral.
Sebuah klarifikasi yang terasa perlu, sekaligus menunjukkan kedewasaan seorang pemain dalam menutup lembaran kariernya di klub besar.
“Makasih Persib Bandung. Makasih Bandung. Terima kasih para pendukung,” tutupnya, sebelum mengakhiri pesan dengan kalimat sederhana namun penuh harap “Sampai jumpa lagi”.(Muhammad Ginanjar)
Editor : Ahmad Sayuti

