Sambangi Dusun Bambu, Cak Imin Dorong UMKM Kolaborasi dengan Sektor Wisata

Penerapan konsep wisata berbasis ekonomi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan objek wisata Dusun Bambu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapat apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar.

Sambangi Dusun Bambu, Cak Imin Dorong UMKM Kolaborasi dengan Sektor Wisata
Penerapan konsep wisata berbasis ekonomi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan objek wisata Dusun Bambu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapat apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar.

INILAHKORAN, Ngamprah - Penerapan konsep Wisata berbasis ekonomi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan objek Wisata Dusun Bambu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapat apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar.

Saat menyambangi Pasar Khatulistiwa UMKM di area Dusun Bambu, pria yang akrab disapa Cak Imin ini mendapati puluhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang diberikan tempat khusus untuk menjajakan dagangan bagi wisatawan yang berkunjung.

Cak Imin menuturkan, program penuntasan kemiskinan terus digencarkan berdasarkan instruksi Presiden nomor 8 tahun 2025 yang menetapkan tiga strategi utama, yakni pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan.

"UMKM ini menjadi salah satu bidang ekonomi yang tidak terdampak krisis ekonomi, maka dengan begitu kami terus mendorong agar UMKM berkolaborasi dengan sektor Wisata," kata Cak Imin di Cisarua, KBB.

"Saya melihat di Dusun Bambu ini sudah melakukan itu dan tentu ini menjadi bukti konkret dari inpres nomor 8 tahun 2025," sambungnya.

Menurutnya, kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau langsung sinergi antara sektor pariwisata dan pelaku UMKM lokal. 

"Jadi, pasar ini menjadi pusat baru pemberdayaan UMKM lokal yang mengusung konsep Wisata berbasis ekonomi kerakyatan," tuturnya.

Cak Imin mengaku bangga lantaran keberadaan Dusun Bambu yang sudah melegenda tidak hanya menjadi destinasi ekowisata yang laku keras, namun juga berhasil memberdayakan UMKM di lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, konsep yang diterapkan Dusun Bambu merupakan model bisnis proses yang menguntungkan banyak pihak. Sehingga kehadiran pasar ini sebagai bentuk nyata dari pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar yang patut dijadikan contoh.

"Ini harus menjadi contoh. Semua mendapatkan manfaat dari ekonomi ini masyarakat, pelaku usaha, wisatawan, hingga pemerintah daerah. Salut atas seluruh prestasi Dusun Bambu, terutama dalam konsep Pasar Khatulistiwa yang inklusif,"ujar dia.

Cak Imin menjelaskan, keberadaan Pasar Khatulistiwa sendiri merupakan ruang terbuka yang menampilkan produk lokal seperti kerajinan tangan, kuliner tradisional, fesyen kreatif, hingga produk olahan pangan khas Jawa Barat.

"Keterlibatan pelaku UMKM lokal di dalam kawasan Wisata seperti Dusun Bambu, sangat strategis untuk meningkatkan pendapatan masyarakat," jelasnya.

"Ini harus menjadi model sistem pengembangan ekoturism yang efektif. Tidak hanya menarik wisatawan, tapi juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi rakyat,"tandasnya. ***


Editor : JakaPermana