Sampah Libur Nataru Diprediksi Capai 1.900 Ton Per Hari, Pemkot Bandung Siapkan Langkah

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memperkirakan, volume sampah di Kota Bandung akan mengalami peningkatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hingga 1 Januari, jumlah sampah diperkirakan mencapai sekitar 1.800 - 1.900 ton per hari sedikit meningkat dibandingkan hari normal.

Sampah Libur Nataru Diprediksi Capai 1.900 Ton Per Hari, Pemkot Bandung Siapkan Langkah
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan./Yogo Triastopo

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memperkirakan, volume sampah di Kota Bandung akan mengalami peningkatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hingga 1 Januari, jumlah sampah diperkirakan mencapai sekitar 1.800 - 1.900 ton per hari sedikit meningkat dibandingkan hari normal.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menyiapkan langkah penanganan melalui penjadwalan, pengumpulan dan pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Saat ini sekitar 70 - 80 persen sampah, masih dibawa ke TPA. Sementara sisanya diupayakan untuk diolah.

“Pengolahan harus lebih rajin, terutama untuk food waste karena yang datang adalah wisatawan,” kata Farhan pada Senin 29 Desember 2025.

Ia menambahkan, Kota Bandung kini berada di peringkat kedua destinasi wisata Nusantara paling populer setelah Yogyakarta. Sehingga lonjakan aktivitas wisata berpotensi meningkatkan produksi sampah.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah kota akan menambah shift kerja petugas penyapu jalan. "Tidak hanya itu, petugas Gober di kewilayahan juga akan digeser lebih pagi jam kerjanya agar kebersihan tetap terjaga sejak awal aktivitas masyarakat dan wisatawan," ucapnya.

Farhan juga mengungkapkan sejumlah titik dan ruas jalan yang menjadi perhatian utama karena menjadi pusat keramaian wisatawan. Terdapat 17 ruas jalan prioritas, antara lain Setiabudi, Sukajadi, Dago, Pasteur, Martadinata, Merdeka, Lembong, Tamblong. Asia Afrika, Braga, Suniaraja hingga Wastukancana.

“Ruas-ruas ini adalah tempat berkumpulnya wisatawan. Dan satu lagi, bukan hanya soal sampah, tapi juga keamanannya kita jaga,” ujar dia.***


Editor : JakaPermana