INILAHKORAN, Bandung - Pengelolaan
sampah di Pasar
Gedebage, Kota Bandung menunjukkan hasil yang positif. Hingga pertengahan tahun ini, CV Prosignal Karya Lestari selaku pengelola telah mengolah sekitar 145 ton
sampah.
Direktur Utama CV Prosignal Karya Lestari Aldi Ridwansyah mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari 55 ton
sampah baru yang dihasilkan harian dan 90 ton
sampah lama yang sempat menumpuk selama kurang lebih tiga bulan.
"Alhamdulillah, sampai saat ini kami sudah menyelesaikan pengolahan sekitar 145 ton
sampah," kata Aldi Ridwansyah, Senin 14 Juli 2025.
Dalam prosesnya, pihaknya menggunakan dua teknologi utama yakni biodigester dan bio drying.
sampah organik langsung dipilah dan dimasukkan ke kolam biodigester, sementara residu diolah menggunakan metode windrow composting dengan teknik bio drying.
“Plastik kami kumpulkan dan jual. Cairan dari biodigester dimanfaatkan sebagai pupuk cair, dan air hasil prosesnya aman dilepas ke lingkungan,” ucapnya.
Menurutnya, proses biodigester dimulai dari tahap hidrolisis, fermentasi lalu dipisahkan antara padatan dan cairan. Padatan diproses lanjut, sedangkan cairan kembali ke sistem.
Dengan lahan seluas 1.500 meter persegi, fasilitas pengolahan ini mampu menangani hingga 20 ton
sampah per hari. Untuk menjaga kestabilan, sebagian output langsung dikirim ke pembeli atau off-taker. Termasuk sabut kelapa yang diangkut tiga kali dalam seminggu.
Aldi menjelaskan, volume
sampah di Pasar
Gedebage berkisar antara empat hingga enam ton per hari. Terutama dari sayur dan buah. Namun jumlahnya bisa meningkat signifikan bila sabut kelapa ikut masuk. "InsyaAllah, sejauh ini masalah
sampah di Pasar
Gedebage bisa kami atasi," ujar dia.
Ia menambahkan, pengolahan
sampah dilakukan tanpa bahan kimia dan sepenuhnya menggunakan mikroba alami. Ia berharap ke depan ada perluasan lahan, terutama jika ingin memperluas cakupan hingga kawasan Bandung Timur.
“Kami sudah mulai menghitung kebutuhan ke depan. Jika ingin menangani sampai 100 hingga 200 ton per hari, tentu butuh lahan tambahan. Produk hasil pengolahan meliputi kompos padat, kompos cair, sabut kelapa, dan serbuk kayu," tandasnya.