Sampai ke Bandung, Dentuman Gunung Anak Krakatau Terdengar ke Tiga Provinsi

Badan Geologi menyebutkan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan dentuman ke tiga provinsi termasuk ke Kota Bandung.

Sampai ke Bandung, Dentuman Gunung Anak Krakatau Terdengar ke Tiga Provinsi
Gunung Anak Krakatau saat erupsi.

INILAHKORAN, Bandung - Hingga hari ini, Minggu, 6 September 2026, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih mengalami erupsi.

Gunung Anak Krakatau kembali meletus pada hari Sabtu, 5 September 2026, sejak pukul 23.07 WIB dan masih berlangsung hingga pukul 04.40 WIB, diduga menyebabkan terdengarnya dentuman oleh masyarakat di tiga provinsi.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyebutkan adanya suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di Jawa Barat termasuk Bandung Raya, Banten, dan Lampung, diduga terkait dengan aktivitas letusan Gunung Krakatau.

Pernyataan ini diungkapkan setelah konsultan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, berlangsung pada waktu yang sama (23.07-04.40 WIB).

erupsi yang berlangsung terus-menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur merupakan fenomena yang umum terjadi,” ungkap Lana.

Lana melanjutkan, "suara dentuman dan getaran yang dirasakan masyarakat diduga kuat berkaitan dengan aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau pada waktu yang sama."

Meski jaraknya jauh dari Gunung Anak Krakatau, suara manusia terdengar hingga Bandung Raya, bisa menyebabkan ekspansi cepat pelepasan gas, serta menginfeksi dan turbulensi aliran lava dengan kecepatan tinggi pada konduit (lubang kepundan).

“Gelombang suara dari Anak Krakatau dapat merambat jauh melalui atmosfer dan akhirnya terdengar di Bandung, meskipun beberapa wilayah pesisir yang lebih dekat belum tentu terdengar dengan jelas,” terangnya.

Gelombang suara/tekanan udara frekuensi rendah dapat merambat ratusan kilometer melalui atmosfer. 

Lapisan atmosfer dan angin dapat membelokkan suara, perubahan suhu, tekanan, dan angin di ketinggian bisa membiaskan (membengkokkan) jalur suara kembali ke permukaan.

"Hingga suara bisa turun kembali jauh dari sumber. Yang terasa di Bandung yang jaraknya 700 km (garis lurus) adalah dentuman, kaca dan pintu bergetar," ujarnya.

Berdasarkan pantauan PVMBG, letusan pada waktu tersebut, disertai suara gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran, Banten.

Dari hasil pengamatan visual, Lana menyebutkan terlihat semburan berwarna merah menyala yang berlangsung terus-menerus. 

Meski tinggi kolom letusan belum dapat dipastikan, karakter semburan tersebut menyerupai fenomena air mancur lava atau air mancur lava yang dapat menghasilkan aliran lava.***


Editor : Irma Nurfajri