Satgas Pangan Periksa Stabilitas Harga
Satuan tugas (Satgas) Pangan di Kabupaten Purwakarta melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional, Rabu (19/8/2018). Kegiatan dilakukan guna memastikan stabilitas harga bahan poko
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Purwakarta – Satuan tugas (Satgas) Pangan di Kabupaten Purwakarta melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional, Rabu (19/8/2018). Kegiatan dilakukan guna memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Pantauan INILAH, Tim Satgas Pangan yang merupakan gabungan dari Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan Perindustrian, Dinkes, Bulog, dan Kepolisian, memulai sidak ke Pasar Leuwipanjang Jalan Ibrahim Singadilaga.
Lapak pedangan yang pertama kali dikunjungi tim adalah pedagang sembako, ayam, telur, sayuran dan beras. Di lokasi itu, Satgas Pangan yang dikawal langsung Kapolres Purwakarta AKBP Twedi Aditya Bennyahdi memeriksa harga sejumlah komoditi.
"Tadi kita sudah keliling. Untuk memastikan saja jika harga kebutuhan pokok masyarakat masih stabil," ujar Twedi kepada INILAH.
Twedi mengatakan, hasil penyisiran jajarannya di pasar tradisional itu menyimpulkan, ada beberapa bahan pangan yang mengalami penurunan dan kenaikan harga. Tapi kenaikannya belum terlalu signifikan. Meski demikian, jajarannya akan terus melakukan pemantauan.
Di tempat sama, Wakil Bupati Purwakarta Aming menambahkan, pihaknya telah mengintruksikan dinas terkait terus melakukan pengawasan terkait harga kebutuhan pokok ini. Mengingat dalam pengecekan tadi, pihanya menemukan ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan, meskipun naiknya tak terlalu signifikan.
"Tadi ditemukan (harga) daging ayam, telor, dan ikan mengalami kenaikan cukup tinggi. Tapi untuk sayuran dan sembako, harganya cenderung masih stabil," ujar Aming.
Aming menysinyalir, kenaikan harga menjelang hari libur panjang itu disebabkan adanya hambatan saat pengiriman dari pemasok yang berada di luar Purwakarta.
"Nanti kami akan awasi hingga tingkat diatribustor. Karena kan kebanyakan, barang di kita dipasok dari luar daerah," tambah dia.
Editor : inilahkoran


