Satpo PP Akui Kecolongan Penjaja Tato Temporary Aniaya Warga

Satpol PP Kota Bandung mengakui kecolongan adanya kejadian penjaja tato temporary yang melakukan penganiayaan kepada warga di Asia Afrika.

Satpo PP Akui Kecolongan Penjaja Tato Temporary Aniaya Warga
Akui kecolongan penganiayaan yang dilakukan penjaja tato temporary, SatpolPP Kota Bandung bakal dirikan pos pengawas di Asia Afrika.

INILAHKORAN, Bandung – Satpol PP Kota Bandung mengaku kecolongan adanya penganiyaan yang dilakukan penjaja tato temporary di Asia Afrika Kota Bandung kepada seorang warga.

Polisi saat ini masih menyelidiki dan memburu penjaja tato temporary di Asia Afrika Kota Bandung yang menganiaya warga tersebut.

Agar kejadian penganiayaan oleh penjaja tato temporary di Asia Afrika Kota Bandung tidak terulang lagi, Satpol PP Kota Bandung pun langsung mendirikan pos pengawasan.

Baca Juga: Lakukan Penganiayaan Kepada Warga, Penjaja Tato Temporary di Asia Afrika Diburu Polisi

"Kita juga coba. Kan sekarang posisinya baik kita floting maupun infanteri. Sekarang mungkin pada saat infanteri itu, mungkin kecolongan pas ada kejadian itu. Karena kita tidak prediksi karena jumlah ribuan," kata Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi, Rabu 5 Januari 2022.

Menurut Rasdian, Satpol PP Kota Bandung akan berencana membuat pos pengawasan di area kawasan wisata Asia Afrika Kota Bandung. Langkah tersebut dilakukan untuk bisa memantau pergerakan wisatawan.

"Saya rencana mau ada pos di situ, di pas daerah Asia Afrika mau belok menuju ke Palaguna, bisa lihat ke Selatan, BRI Gedung Merdeka, sebelum digelar akan ditertibkan. Jadi sebelum digelar, dibubarkan oleh kita. Antisipasinya seperti itu," ucapnya.

Baca Juga: Terungkap! Polisi Sebut Pelanggan Cassandra Angelie bukan dari Kalangan Pejabat

Selama ini sambung dia, banyak penjual jasa di kawasan Asia Afrika yang kucing-kucingan saat petugas tengah melakukan patroli. Bahkan mereka sering menyamar sebagai wisatawan untuk mengelabui petugas.

"Iya kalau dia lihat petugas sudah bergerak siap gelar. Pas petugas datang, dia pura-pura seperti pengunjung. Kita juga selalu mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati," ujar dia.

Selain itu, pihaknya juga berhasil mengamankan pencopet pada Selasa 4 Januari 2022 yang tengah mencuri barang-barang milik jamaah. Pelaku sudah diamankan dan diserahkan kepada aparat kepolisian.

"Kadang kita ingatkan lewat pengeras suara supaya cerdik dan pandai, karena sudah sering kejadian. Sudah kita umumkan seperti itu. Tapi mungkin masyarakat kayanya baru," tandasnya. *** (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran