SBM ITB Gelar Talkshow Kepemimpinan Perempuan dalam Ekonomi Berkelanjutan

Program Magister Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menggelar talkshow bertema "Eksistensi Kepemimpinan Perempuan bagi Ekonomi Berkelanjutan Indonesia" di Amphitheater 2, MBA SBM ITB Bandung, Kota Bandung, Selasa, 10 Juni 2025.

SBM ITB Gelar Talkshow Kepemimpinan Perempuan dalam Ekonomi Berkelanjutan
Program Magister Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menggelar talkshow bertema "Eksistensi Kepemimpinan Perempuan bagi Ekonomi Berkelanjutan Indonesia" di Amphitheater 2, MBA SBM ITB Bandung, Kota Bandung, Selasa, 10 Juni 2025.

INILAHKORAN,Bandung- Talkshow tersebut menghadirkan Vina Cristyn Ferani, Ketua DPRD Kabupaten Belitung sekaligus Direktur NN Group, serta sejumlah akademisi seperti Dr. Hary Febriansyah, Acuviarta, M.E., dan Dr. M. Ade Sulchi.

Kepala Pusat Pengetahuan Untuk Bisnis Berkelanjutan SBM ITB, Hary Febriansyah,PhD mengungkapkan, kegiatan merupakan hasil kolaborasi dengan dosen UNPAS. Tujuannya tak lain membangun sinergi antara universitas-universitas di Bandung dengan para praktisi dan pihak legislati.

Sementara itu, Dosen dan juga Pengamat Ekonomi Acuviarta menekankan pentingnya forum tersebut bagi generasi muda. 

"Acara ini sangat cocok kepada anak muda, yang tidak hanya peduli mengenai bisnis dan profitabilitas, tetapi juga belajar mengenai keberlanjutan,” ujarnya.

Direktur NN Group yang juga Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani yang turut membagikan kisah kariernya setelah lulus dari S1 Akuntansi pada tahun 2000. 

"Di sinilah saya banyak belajar mengenai apa kebutuhan masyarakat secara riil, mengetahui apa produk yang selalu menjadi minat masyarakat, yaitu snack kemasan," ujar Vina Cristyn Ferani.

Dalam materinmya, Vina mengaku dengan modal awal Rp100 juta, dia membangun bisnis retail dan menjalankan penjualan secara mandiri. Seiring waktu, usahanya berkembang ke kategori kebutuhan harian. Pada 2011, Vina mendirikan toko ritel sendiri bernama Babelmart, yang kini memiliki delapan cabang. 

Vina juga merambah sektor FMCG dan otomotif, dan pada 2020 dinobatkan sebagai Pengusaha Cukai Terbaik. "Pelaku usaha lokal membangkitkan ekonomi negara, dan ketika ekonomi bangkit maka masyarakat akan sejahtera," tegas Vina. 

Dorongan untuk berkontribusi lebih besar membuat Vina terjun ke dunia politik, dengan visi menjadikan Belitung sebagai daerah berdaya saing melalui sinergi antara dunia usaha dan kebijakan publik. Vina pun terpilih sebagai Ketua DPRD untuk periode 2024–2029.

Narasumber lainnya, Dr. M. Ade melanjutkan sesi dengan membahas peran womenpreneurs di masa kini dan masa depan.  

Menurut Ade, data BPS menunjukkan sebanyak 64% pelaku usaha di Indonesia adalah perempuan, namun sebagian besar masih berada di sektor mikro dan informal. Di sisi lain, 55,3% inovasi kewirausahaan berasal dari perempuan.

Ia menyoroti sejumlah tantangan utama yang dihadapi perempuan dalam berwirausaha, mulai dari keterbatasan akses pembiayaan dan pelatihan, beban tanggung jawab ganda, hingga kendala sosial dan budaya yang membatasi ruang gerak perempuan untuk berkembang. 

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menghadirkan berbagai program dukungan mulai dari pembiayaan seperti KUR dan UMi, hingga pelatihan kewirausahaan serta peningkatan keterampilan digital yang ditujukan khusus bagi perempuan pelaku usaha.***


Editor : Ghiok Riswoto