SBM ITB Kenalkan Program Unggulan Program Mini SBM di Open House ITB

SEKOLAH Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB memperkenalkan salah satu program unggulannya Program Mini SBM ITB dalam kegiatan Open House ITB yang dihelat di Sasana Budaya Ganesha, Sabtu 4 Januari 2025.

SBM ITB Kenalkan Program Unggulan Program Mini SBM di Open House ITB
SBM ITB turut memperkenalkan Program Mini SBM, program vokasi berdurasi satu tahun yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi dasar serta mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja pada kegiatan Open House ITB. (Foto Istimewa)

INILAHKORAN,Bandung- SEKOLAH Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB memperkenalkan salah satu program unggulannya Program Mini SBM ITB dalam kegiatan Open House ITB di Sasana Budaya Ganesha, Sabtu 4 Januari 2025.

Open House ITB yang yang digelar Direktorat Pendidikan Non Reguler ini merupakan ajang penyambutan bagi mahasiswa baru ini menjadi momentum menarik karena membahas berbagai program untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang dinamis. 

Terlebih, acara ini melibatkan pembicara seperti Prof. Ir. Ridwan Sutriadi (Direktur Pendidikan Non-Reguler ITB), Dr. Imam Santoso (Dosen FTTM ITB), Dr. N. Nurlaela Arief (Dosen SBM ITB)  dan, serta dipandu oleh Ir. Irwan Iskandar (Kepala Sub Direktorat Pendidikan Berkelanjutan ITB).  

Dalam paparannya, Direktur Pendidikan Non- Reguler ITB, Prof Ridwan menyampaikan Program Light Akademia, sebuah program pre-university yang bertujuan mempersiapkan calon mahasiswa menghadapi tantangan pendidikan tinggi di ITB. 

Program tersebut hadir dengan tagline #SemuaBisaBelajardiITB dan dirancang untuk mengatasi kesenjangan kemampuan akademik serta membantu mahasiswa beradaptasi dengan materi kuliah yang lebih kompleks.  

Dosen FTTM ITB, Dr. Imam Santoso memastikan melalui program tersebut mahasiswa akan memulai perkuliahan di ITB dengan lebih siap, tanpa merasa kewalahan dengan materi yang akan mereka hadapi.

SBM ITB turut memperkenalkan Program Mini SBM, program vokasi berdurasi satu tahun yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi dasar serta mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja. Program ini bertujuan menciptakan ‘The Future Operational Manager’ melalui kolaborasi langsung dengan industri. 

Sejauh ini, 32 wisudawan telah menyelesaikan program ini, dengan 24 di antaranya langsung direkrut oleh perusahaan mitra.  

Dosen SBM ITB,Dr. N. Nurlaela Arief mengungkapkan, sebagai respon dalam menanggapi isu mahalnya biaya kuliah di SBM, pihaknya memastikan adanya penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun ini membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa, agar akses Pendidikan tinggi semakin terbuka lebar.

Menurut Laela, SBM ITB juga memperkenalkan mata kuliah baru bernama ‘Industry-Based Learning’, yang memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam menyelesaikan permasalahan nyata di industri, seperti layaknya sebagai konsultan junior.

Pada mata kuliah Industry Based Learning tersebut lanjut Laela, pembelajaran di kelas dikurangi karena mahasiswa diharapkan dapat belajar mandiri dengan project langsung memberikan Solusi dari permasalahan industri yang disampaikan praktisi. Pembelajaran berbasis praktik lebih diutamakan.

Selain itu, SBM ITB juga mengadakan sosialisasi langsung mengenai program studi Manajemen dan Kewirausahaan bersama Ketua Program Studi masing-masing. Hadir Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Ahmad Fajar Hendarman dan Ketua Program Studi Kewirausahaan, Dr, Sonny Rustiadi, Acara ini memberikan pemahaman lebih mendalam kepada calon mahasiswa mengenai keunggulan dan peluang yang ditawarkan setiap program studi, baik program regular maupun program international. 

Selain sosialiasi SBM ITB juga mengadakan campus tour yang dihadiri sekitar 185 mahasiswa yang juga  didampingi para orang tua dan keluarga.  Untuk memberikan gambaran nyata, alumni SBM ITB turut diundang untuk berbagi testimoni inspiratif. 

SBM ITB, dengan hubungan kuatnya dengan industri, memastikan seluruh dosen memiliki pengalaman langsung di sektor industri. Hal ini menjadikan SBM ITB sebagai lembaga pendidikan yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan dunia kerja.***


Editor : Ghiok Riswoto