Secangkir Kopi, Sejuta Asa Kolaborasi
DIALOG di kedai kopi menjadi awal kolaborasi polisi dan mahasiswa.Dari pencegahan kenakalan remaja hingga perundungan, keduanya mencari jalan bersama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Obrolan di sebuah kedai kopi di Cimahi menjadi ruang bagi mahasiswa dan kepolisian untuk bertukar pandangan. Bukan sekadar membahas keamanan, pertemuan itu juga membuka peluang kolaborasi untuk mencegah kenakalan remaja, perundungan, hingga penyalahgunaan narkoba.
Kopi Insight di Jalan Pesantren, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, menjadi tempat bertemunya dua elemen yang punya peran penting di tengah masyarakat.
Kapolres Cimahi AKBP Endy Desianto duduk bersama perwakilan organisasi kemahasiswaan dari Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/10).
Pertemuan berlangsung dalam suasana silaturahmi dan dialog terbuka.
Mahasiswa menyampaikan aspirasi, apresiasi, sekaligus gagasan agar hubungan dengan kepolisian tidak berhenti pada komunikasi formal, tetapi berlanjut menjadi kerja bersama di lapangan.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah tantangan yang dihadapi generasi muda. Ketua PD Himpunan Mahasiswa Persis Kabupaten Bandung Barat, Febrian Erdiana, berharap kolaborasi tersebut dapat diarahkan untuk mencegah kenakalan remaja, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba.
Persoalan-persoalan itu, menurutnya, membutuhkan perhatian bersama. Upaya pencegahan tidak cukup dilakukan setelah masalah muncul, tetapi perlu dibangun melalui edukasi dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk mahasiswa.
Endy menyatakan, kepedulian terhadap pendidikan dan generasi muda menjadi salah satu prioritas.
Salah satu upaya yang dilakukan Polres Cimahi adalah menghadirkan pimpinan kepolisian dalam upacara hari Senin di sekolah-sekolah untuk menyampaikan pesan tentang keamanan dan kedisiplinan secara langsung.
“Pendekatan edukatif ini penting untuk menanamkan kesadaran hukum sejak dini, dengan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci pencegahan yang efektif,” kata Endy.
Bagi kepolisian, edukasi menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran hukum sejak dini. Sementara bagi mahasiswa, ruang dialog dapat menjadi pintu untuk ikut menyuarakan persoalan sosial sekaligus mendorong solusi yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Endy menegaskan, pertemuan tersebut sejalan dengan arahan pimpinan Polri melalui semangat Polri Bersama Masyarakat. Mahasiswa diharapkan menjadi mitra strategis dalam mengenali potensi gangguan keamanan, menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, serta menyebarkan informasi positif di lingkungan masing-masing.
“Melalui komunikasi yang berkesinambungan, kepolisian dan mahasiswa diharapkan mampu menemukan solusi bersama terhadap dinamika masalah yang berkembang di masyarakat, sehingga kondusivitas wilayah hukum Polres Cimahi senantiasa terjaga,” ujarnya.
(agus satia negara/gin)
Editor : Inilahkoran
