Dalam pertandingan tersebut,
Timnas Indonesia ditahan imbang
Vietnam dengan skor kacamata 0-0. Meski bermain imbang, skuat Garuda bermain lebih agresif daripada The Golden Star Warriors, menyusul banyaknya peluang yang diciptakan.
Oleh karena itu,
Park Hang-seo sejatinya memuji penampilan Indonesia yang kini jauh lebih kuat bersama Shin Tae-yong.
Namun dalam pujian tersebut terselip sindirian terkait naturalisasi yang dilakukan Indonesia,
Park Hang-seo menganggap Shin Tae-yong terbantu dengan adanya pemain naturalisasi.
"Indonesia tim yang kuat, tapi kami lebih kuat. Sejak kedatangan pelatih Shin Tae-yong, Indonesia banyak menaturalisasi pemain. Jelas Anda meningkat dalam dua tahun terakhir tetapi kami sama-sama menang," ujarnya.
"Oleh karena itu, Indonesia kuat tetapi
Vietnam lebih kuat. Saya puas dengan hasil hari ini," tambah
Park Hang-seo.
Dengan sindiran itu, seolah
Park Hang-seo lupa bahwa
Vietnam sendiri diperkuat pemain keturunan. Contohnya penjaga gawang Dang Van Lam yang lahir dan punya keturunan Rusia.
Dang Van Lam sempat bermain Spartak Moskow dan Dynamo Moskow Junior sebelum pindah ke
Vietnam pada usia 18 tahun.
Dalam pertandingan semifinal kemarin, Dang Van Lam tampil sigap dengan mampu membendung serangan pasukan Shin Tae-yong.
Selanjutnya, kedua tim akan kembali bertemu di leg kedua Semifinal
Piala AFF 2022, di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, 9 Januari 2023 mendatang.***(Ridwan Firdaus)