Sekda Herman 'Reuwas' Usai Ikuti Skrining Diabetes, Kadar Gula Darah Tinggi
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman syok, usai mengikuti skrining diabetes.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman syok, usai mengikuti Skrining Diabetes.
Dalam pemeriksaan Kadar Gula darah, pada Talkshow Smart Healthy Jawa Barat dan Skrining Diabetes bagi ASN Pemprov di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 3 Juni 2025, kadar gula darah Sekda Herman mencapai 285 mg/dL.
Ini menunjukkan kadar gula darah yang sangat tinggi, di atas batas normal dan bisa jadi indikasi hiperglikemia atau bahkan diabetes melitus yang tidak terkontrol. Sebab kadar gula darah normal pada orang dewasa, berkisar antara 70-140 mg/dL saat puasa dan di bawah 180 mg/dL dua jam setelah makan.
"Ya barusan saya di cek gula, ternyata rada lumayan begitu. Saya juga reuwas ya. Tapi kita coba di terapi ya. Kita uji coba, nanti jam setengah satu (12.30 WIB) di tes lagi, penurunannya seperti apa dan ini jangka pendek melalui konsumsi obat dan obatnya obat herbal," ujar Sekda Herman.
Merespon ini, gaya hidup menjadi fokusnya untuk diperbaiki. Mengingat, diabetes sebagian besar dipengaruhi pola makan dan olahraga.
"Tapi yang paling penting tadi, pola hidupnya yang sehat," ucapnya.
Terlebih lanjut dia, dari hasil Survei Kesehatan Indonesia terkini, diabetes menjadi salah satu penyakit paling mematikan di Indonesia, termasuk Jabar setelah hipertensi, stroke dan kanker.
"Jadi ini harus diwaspadai oleh kita semuanya. Hari ini kami melaksanakan talkshow terkait dengan smart health, khususnya untuk menangani diabetes. Bagaimana mencegah dan mengobati diabetes. Angka prevalensi diabetes di Jawa Barat 2,2 persen atau equivalen dengan 1,1 juta. Ini kan sangat memprihatinkan," kata dia.
Sebab itu, Pemprov Jabar bersama kabupaten/kota akan terus berupaya dalam menekan angka diabetes, agar prevalensinya tidak terus naik.
"Ini kan sesuatu yang memprihatinkan, yang harus kita tangani bersama. Pemerintah Insya Allah melalui berbagai program di Dinas Kesehatan, bersama kabupaten/kota untuk memastikan diabetes ini bisa dikendalikan," ujarnya.
Sisi lain, dia juga mendorong masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, termasuk menghindari stres guna mencegah munculnya penyakit diabetes.
"Mulai dari makanan yang sehat, istirahat yang cukup, harus happy, harus bahagia. Ulah seeur teuing emutan. Syukuri apa adanya, In syaa Allah diabetes bisa kita kendalikan," tuturnya.
Soal menjaga pola hidup ini lanjut Sekda Herman, tidak hanya berlaku untuk menekan penyakit diabetes, tetapi juga penyakit lainnya.
"Bukan hanya diabetes ya, tapi hampir semua penyakit. Titik beratnya kan dari perilaku, baik terkait makanan, pola istirahat, pola berpikir, pola bergaul. In Syaa Allah kalau lingkungan kita positif, tidak toxic, kita kan bahagia. Ini salah satu ikhtiar kita. Kalau bukan oleh kita, siapa lagi," ucapnya.
Soal menjaga pola hidup sehat ini juga akan diterapkannya, menyusul catatan gula darah yang tinggi dari hasil pemeriksaan.
"Kesehatan kan kita yang tahu. Saya lribadi termotivasi untuk mulai berbenah. Sementara ini kan pola makan kurang bagus ya, pabaliut dengan kerja memang. Kemudian olahraga juga, saya lagi belajar sekarang untuk mengatur pola makan, untuk mengatur pola olahraga, pola tidur. Ternyata, kesehatan bukan segala-galanya, tapi kalau kitanya tidak sehat, segala-galanya tidak apa-apanya," tandasnya.***
Editor : JakaPermana
