Antisipasi Hal yang Tak Diinginkan, IKTM Lembang Rutin Cek Kondisi Retakan Tebing di Jalan Kolmas Lembang

Relawan dari Ikatan Keluarga Taruna Mandiri (IKTM) rutin mengecek kondisi retakan tebing di Kampung Karamat Jalan Kolonel Masturi (Kolmas) Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Antisipasi Hal yang Tak Diinginkan, IKTM Lembang Rutin Cek Kondisi Retakan Tebing di Jalan Kolmas Lembang
Relawan dari Ikatan Keluarga Taruna Mandiri (IKTM) rutin mengecek kondisi retakan tebing di Kampung Karamat Jalan Kolonel Masturi (Kolmas) Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB).

INILAHKORAN, Ngamprah - Relawan dari Ikatan Keluarga Taruna Mandiri (IKTM) rutin mengecek kondisi retakan tebing di Kampung Karamat Jalan Kolonel Masturi (Kolmas) Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hal itu dilakukan lantaran kondisinya kian mengkhawatirkan meski belum ada penanganan apapun dari pemerintah.

"Kami rutin melakukan pengecekan tebing terlebih setelah turun hujan kemudian melaporkannya kepada masyarakat dan pihak terkait," kata Ketua IKTM Lembang, Dedang Kurnia, Selasa 3 Juni 2025.

Menurutnya, kondisi ini diperparah hujan yang mengguyur ditambah lalu lintas kendaraan besar seperti truk dan bus yang masih melintas di ruas jalan tersebut. 

"Karena getarannya bisa memicu retakan tanah yang lebih parah lagi," ucapnya.

Kendati belum mengancam permukiman warga, longsoran tebing bisa memutus akses atau bahkan menimbulkan korban jiwa seperti kejadian tahun 2016 lalu yang menimbun empat orang sekeluarga setelah mobil yang mereka tumpangi terempas longsoran tanah dari tebing.

Namun, beberapa orang anggota turun langsung setiap malam untuk mengecek kondisi di atas tebing. Hari demi hari retakan makin lebar.

"Kondisi tebing saat ini telah terjadi penurunan permukaan tanah hingga 60 centimeter dengan lebar sekitar 10 meter," ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan masyarakat selalu waspada apalagi saat turun hujan atau pada malam hari.

"Retakan di atas juga sudah hampir mendekati rumah warga, sudah kami ingatkan warga yang tinggal di sekitar lokasi retakan agar hati-hati," ucapnya.

Dadang menyebut, guna mencegah kejadian yang tak diharapkan, papan imbauan rawan longsor dipasang di beberapa titik agar masyarakat yang melintas selalu waspada. 

"Dipasang pula peringatan kepada pengemudi bus agar tak membunyikan klakson telolet karena dianggap mengganggu kenyamanan warga," sebutnya.

Dedang menegaskan, pihaknya siap jika tenaganya dibutuhkan untuk membantu penanganan tebing agar lalu lintas kembali aman dilalui kendaraan bermotor.

Pasalnya, jika area rawan longsor hanya ditutupi terpal tetap akan membahayakan masyarakat yang melintas.

"Kalau hanya dipasang terpal buat menahan pengikisan tanah, sama saja tetap berbahaya. Malahan bisa mengancam keselamatan petugas yang memasang kalau itu dipaksakan," tandasnya.*** 


Editor : JakaPermana