INILAHKORAN, Bandung-Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) menjadi wilayah tertinggi terjadi peningkatan Kasus Covid-19 di Jabar. Di mana dari seluruh kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jabar sebanyak 75 persen terjadi di Bodebek.
Diketahui berdasarkan data Pikobar per Selasa (2/8/2022) pukul 18.00 WIB, sebanyak 1.135.007 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Barat. Sebanyak 12.386 orang dirawat dan 1.106.724 dinyatakan sembuh.
"Wilayah tertinggi masih di Bodebek. Jadi kontribusi tertinggi ini masih dari Bodebek di angka 75 persen, lalu sisanya Bandung Raya," ujar Setiawan, Selasa (2/8/2022).
Menurut Setiawan, kasus yang terkonfirmasi di Jabar rata-rata 900 - 1.000 dalam dua minggu terakhir. Namun kondisi ini tidak terjadi hanya di Jabar di mana sejumlah wilayah lain turut mengalami peningkatan serupa.
"Saya lihat, kejadian ini bukan hanya di Jabar, tetapi di dunia pun sama. Dan saya lihat, indikator-indikator di Jabar kesiapannya BOR masih tidak lebih dari tiga persen. Artinya, sangat terkendali," ungkapnya.
Adapun terkait BOR, bilamana dilihat pada Juni 2021 dari kasus Covid-19 di Jabar pernah menyentuh diangka 60 persen. Sehingga, kondisi saat ini diungkapkannya masih terkendali.
"Tetapi yang lebih penting lagi supaya tidak kasus harian bertambah, mau tidak mau protokol kesehatannya harus kita galakkan lagi," katanya.
Setiawan menambahkan, kasus yang terkonfirmasi saat ini juga tidak terlalu fatal seperti awal Omicron dulu. Penanganannya juga kini sudah lebih mudah dibandingkan sebelum-sebelumnya.
"Artinya, dia cukup isoman. Dan saya melihat pun sekarang isomannya di rumah. Seupaya mungkin semasa isoman itu dilakukan dengan baik, karena sangat efektif ketika 7-10 hari isoman maka bisa menjadi negatif," kata dia.
Disinggung adanya kasus varian baru, Setiawan mengatakan bahwa Pemprov Jabar sudah menyampaikan pada kabupaten dan kota untuk turut memantau perkembangan virus mutasi Omicron ini.
Jika ada masyarakatnya yang menunjukkan gejala dari virus baru, Setiawan bilang, pemerintah daerah harus segera melaporkan ke provinsi.
"Apabila ada suatu kasus dengan gejala yang cukup atau sedang/berat, segera lapor sehingg bisa dicek di Labkesda kita apakah ada varian tertentu yang tidak kita bisa deteksi," kata dia. (Riantonurdiansyah)***