Sekitar 700 Pedesaan di Jabar Area Blank Spot Internet

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Barat, menyatakan hingga saat ini masih terdapat sekitar 700 daerah pedesaan yang belum dapat menikmati akses internet (blank spot).

Sekitar 700 Pedesaan di Jabar Area Blank Spot Internet
Kepala Dinas Kominfo Jabar, Setiaji pada diskusi panel tentang inovasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui starup Indonesia di Telkom University, Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Jumat (25/10/2019). (Dani R Nugraha)

INILAH, Bandung- Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Barat, menyatakan hingga saat ini masih terdapat sekitar 700 daerah pedesaan yang belum dapat menikmati akses internet (blank spot).

Intervensi pemerintah untuk menyediakan fasilitas internet menjadi salah satu upaya agar masyarakat di daerah blank spot itu bisa menikmati fasilitas internet agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis teknologi digital.

Kepala Dinas Kominfo Jabar, Setiaji mengatakan, daerah pedesaan yang blank spot internet di Jabar sebagian besar berada diwilayah Selatan. Rata rata daerah tersebut belum dijangkau oleh perusahaan telekomunikasi swasta. Karena dipandang tidak menguntungkan secara bisnis. Sehingga, memerlukan intervensi atau penyediaan akses internet dari pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

"Kebanyakan daerah Selatan yah, seperti di Pelabuhan Ratu yah disana memang ada tapi naik saja ke atas sekitar 7 KM sudah tidak ada internet. Ini menjadi tugas pemerintah menyediaakan akses internet untuk masyarakat, karena biasanya perusahaan swasta enggan masuk ke daerah daerah yang blank spot itu," kata Setiaji usai menjadi pembicara pada diskusi panel tentang inovasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui starup Indonesia di Telkom University, Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Jumat (25/10/2019).

Dikatakan Setiaji, pada tahun ini pihaknya menargetkan sebanyak 600 an daerah pedesaan  blanks spot ini dapat terkoneksi internet. Penyediaan akses internet tersebut, pihaknya menggandeng Kominfo. Seperti yang telah dilaksanakan di salah satu desa di Kabupaten Tasikmalaya dan beberapa desa lainnya di Jabar.

"Kami minta ke Kominfo untuk penyediaan internet berbasis satelit. Tahun ini target kami 600 an titik blank spot bisa terkoneksi internet, ini sangat penting untuk kemajuan masyarakat. Apalagi saat ini Provinsi Jabar telah dideklarasikan sebagai Provinsi Digital, sehingga semua daerahnya harus terkoneksi jaringan internet," ujarnya.

Setiaji melanjutkan,  akses internet bagi semua masyarakat Jabar cukup penting. Begitu juga untuk masyarakat pedesaan, yakni dapat membuka dan menambah wawasan serta ilmu pengetahuan.

Karena keberadaan teknologi informasi digital dapat menghubungkan seseorang dengan dunia luar. Termasuk menangkal informasi atau berita bohong (hoax). Dengan adanya fasilitas internet, ketika menerima pesan atau berita bisa melakukan klarifikasi atau mencari tahu kebenarannya.

"Teknologi digital juga sangat membantu meringakan pekerjaan. Salah satu contohnya di Indramayu dengan teknologi digital peternak bisa memberi makan ikan peliharaannya secara manual tapi bisa dilakukam dari jarak jauh. Kemudian seperti di Kuningan, berkat teknologi infomasi warga disalah satu desanya bisa menambah penghasilan dengan membuka rumah penginapan (guest house)," katanya. (rd dani r nugraha).


Editor : Bsafaat