Sekodi: Informasi Kebencanaan Harus Dikelola secara Profesional
Peran informasi menjadi sangat penting bagi khalayak umum, apalagi situasi rawan bencana di Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Peran informasi menjadi sangat penting bagi khalayak umum, apalagi situasi rawan bencana di Indonesia. Hal ini untuk memberikan kabar terbaru tentang daerah rawan bencana serta antisipasinya. Akan tetapi, banyak kabar yang tidak benar berada di sekeliling informasi kebencanaan yang membuat orang ragu untuk bertindak tepat.
Koordinator Sekolah Damai Indonesia (Sekodi) Chapter Bandung Fanny Syariful Alam mengatakan, isu kebencanaan merupakan hal yang sebenarnya sudah ditanggapi sejak lama. Hal ini merupakan upaya positif pemerintah dalam mewaspadai sekaligus menyebarkan informasi tentang bencana serta usaha antisipasinya lengkap dengan mitigasi yang dibutuhkan.
“Informasi tentang kebencanaan sudah seharusnya diperlakukan secara profesional, mulai dari perencanaan, proses pembuatan, hingga penyebarannya melalui bentuk media yang tepat serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga, masyarakat akan dapat lebih mudah menyerap informasi penting tentang kebencanaan,” ujar Fanny, dalam Literasi #3 dengan tema Literasi dalam Kebencanaan melalui Zoom Meeting, Senin (1/2/2021).
Menurut dia, hadirnya media digital saat ini seharusnya membuat upaya sebaran informasi kebencanaan menjadi lebih mudah karena media digital yang mudah diakses oleh masyarakat sifatnya personal, sehingga setiap informasi relevan dapat diterima langsung oleh masyarakat.
“Sebaliknya, keberadaan media digital pun membuat kerentanan tersendiri dalam praktiknya, bahkan terkait isu kebencanaan pun, sering beredar luas dan sampai ke tangan masyarakat untuk kemudian dibagikan ulang," ucapnya.
Dia mengatakan peran masyarakat dalam menyosialisasikan informasi kebencanaan sangat vital untuk membuat sistem kewaspadaan dini serta upaya preventif lainnya. Namun, dibutuhkan juga kapasitas literasi yang baik sehingga masyarakat akan lebih kritis dan berdaya dalam proses penyampaian informasi, bahkan termasuk dalam proses pembuatan informasi terkait bencana.
“Sebaliknya pula, pemerintah diharapkan untuk selalu menyosialisasikan informasi terkait bencana dan mitigasi dengan komprehensif namun tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat yang tingkat literasinya berbeda-beda,” pungkas Fanny. (okky adiana)
Editor : suroprapanca

