Sekolah Jurnalisme Indonesia Rampung, Titik Balik Kebangkitan Wartawan Jawa Barat Hadapi Disrupsi Media
Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) 2024 rampung digelar, ini menjadi momentum titik balik kebangkitan wartawan Jawa Barat, hadapi disrupsi media.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) 2024 rampung digelar, ini menjadi momentum titik balik kebangkitan wartawan Jawa Barat, hadapi disrupsi media.
SJI 2024 yang diikuti 32 peserta dari 27 kota/kabupaten, sejak 6-10 Februari di Sekretariat PWI Jawa Barat, Jalan wartawan, Kota Bandung, mengupas strategi menghadapi dan beradaptasi hadirnya disrupsi media, seiring dengan perkembangan teknologi.
Ketua Umum Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun mengatakan, dengan adanya SJI 2024 dapat meningkatkan kapabilitas wartawan Jawa Barat, supaya tidak hanya mampu mengimbangi dinamika transisi arus informasi melalui jurnalisme multitasking.
Namun juga tetap menjaga muruah wartawan, sesuai kode etik jurnalistik (KEJ) dengan mengedepankan integritas, wawasan kebangsaan dan berpikir kritis.
"Saya ingin buktikan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bahwa PWI tanpa bantuan satu rupiah pun dari pemerintah, SJI bisa dilaksanakan," ujar Hendry dalam sambutan penutupan SJI, Sabtu 10 Februari 2024.
Dia menambahkan, dipilihnya Jawa Barat sebagai titik perdana SJI 2024 angkatan muda tidak lain berkat kerja keras PWI Jabar, yang telah berusaha maksimal menargetkan seribu wartawan lulus uji kompetensi wartawan (UKW) pada 2023 silam.
"Walaupun belum mencapai target, baru 70 persen harus dihargai. Jawa Barat punya wartawan yang sangat banyak, layak diapresiasi dengan SJI," imbuhnya.
Sementara Sekretaris Umum PWI Jabar Tantan Sulthon Bukhawan merasa bersyukur, karena pelaksanaan SJI 2024 berjalan lancar dan seluruh peserta dinyatakan lulus.
Dia berharap, PWI Pusat kembali memberi kesempatan Jabar untuk menggelar kegiatan serupa di masa mendatang. Guna terus meningkatkan kompetensi wartawan di seluruh daerah.
"Saya harap ilmu yang didapat dari SJI ini bisa jadi virus disebarkan di daerah. Ini jadi kekhawatiran, hari ini profesionalitas, tingkat kritis sudah mulai menurun," harapnya.
Sebelumnya, dalam pembukaan SJI 2024 Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mendukung penuh kegiatan ini, dengan harapan tidak hanya melahirkan jurnalis yang berkompeten, tetapi juga mampu melahirkan produk-produk jurnalistik berkualitas.
Selain itu, dia juga turut mengapresiasi perhatian dari PWI Pusat dan PWI Jabar yanv terus berkomitmen memperbaiki kapabilitas jurnalis melalui SJI. Dimana ini merupakan salah satu langkah konkret menguatkan kemampuan jurnalis, khususnya di tengah gempuran teknologi, termasuk Artificial Intelegence (AI).
"Kita mendukung PWI dalam program Sekolah Jurnalisme Indonesia. Program seperti ini yang harus terus didukung guna memperbaiki kualitas jurnalisme," kata Nadiem dalam sambutannya kala itu.
Terlebih pada saat ini diakuinya, terjadi kemunduran dari hasil produk jurnalistik, dimana hal ini menurutnya dapat kalah saing dengan teknologi.
Maka dari itu dia berharap, perbaikan dalam mengolah data menjadi sebuah informasi produk jurnalistik dapat terus ditingkatkan, salah satunya melalui SJI.
"Program ini mengajarkan integritas. Membawa pikiran kritis menulis dengan hati, meningkatkan literasi masyarakat. Menganalisa informasi, menyajikan narasi berdasarkan informasi yang ada. Sebab jurnalis sama pentingnya dengan guru," ucapnya.
Maka dari itu, Nadiem sangat mendukung program SJI untuk terus dilaksanakan mengingat program ini berkaitan dengan penerapan kurikulum merdeka yang kini diterapkan di satuan pendidikan. Salah satu poin pentingnya adalah penguatan berpikir kritis.
"Karena sekarang, informasi sudah sangat berlimpah. Kemampuan kritis adalah kemampuan untuk menyajikan artikel yang kuat yang harus dimiliki jurnalis dan menjadi salah satu dasar peran sebagai mendidik masyarakat," ungkapnya.
"Kami menyambut baik kurikulum yang diajarkan, semakin kesini semakin sulit mencari jurnalis yang berintegritas. Semoga SJI ini melahirkan jurnalis yang berintegritas dan multitasking. Bisa melahirkan penulis penulis yang berkualitas," harapnya.
Sementara Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin dalam sambutannya turut mengapresiasi. Dia berharap, SJI dapat melahirkan jurnalis berkualitas dan multitasking menghadapi dinamika perkembangan teknologi saat ini.
"Terimakasih kepada PWI Pusat yang telah menunjuk Kota Bandung untuk angkatan pertama SJI. Kami menyambut baik dengan kurikulum yang diajarkan. Kita tahu sekarang semakin sulit mencari jurnalis berkelas. Kita harap dapat melahirkan jurnalis berkualitas dan multitasking," harapnya.
SJI merupakan rangkaian dari acara Hari Pers Nasional (HPN) yang puncaknya akan digelar pada 9 Februari 2024 lalu di Jakarta. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti


