Selain Uang Tunai, Ini Bentuk-bentuk yang Bisa Dibayarkan untuk Fidyah

Pembayaran fidyah bertujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan, sesuai dengan ajaran Islam.

Selain Uang Tunai, Ini Bentuk-bentuk yang Bisa Dibayarkan untuk Fidyah
Selain Uang Tunai, Ini Bentuk-bentuk yang Bisa Dibayarkan untuk Fidyah

INILAHKORAN - fidyah adalah bentuk kompensasi yang diberikan oleh seorang Muslim yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit kronis atau usia lanjut.

Pembayaran fidyah bertujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan, sesuai dengan ajaran Islam.

Namun, sering muncul pertanyaan: apa saja yang bisa digunakan untuk membayar fidyah?

Dasar Hukum Fidyah

Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin."
(QS. Al-Baqarah: 184)

Ayat ini menjelaskan bahwa fidyah biasanya berupa pemberian makanan kepada orang miskin. Namun, dalam praktiknya, fidyah dapat disesuaikan dengan keadaan dan ketersediaan.

Jenis-Jenis yang Bisa Digunakan untuk Membayar Fidyah

Berikut adalah beberapa bentuk fidyah yang umum digunakan:

1. Makanan Pokok

Paling sering, fidyah diberikan dalam bentuk makanan pokok sesuai dengan budaya setempat, seperti:

  • Beras: Memberikan sekitar 1,5 kg beras per hari puasa yang ditinggalkan.
  • Gandum atau Sagu: Digunakan di wilayah tertentu di mana gandum atau sagu menjadi makanan utama.

2. Makanan Siap Saji

Sebagian ulama memperbolehkan fidyah berupa makanan siap saji, seperti nasi lengkap dengan lauk-pauk, yang langsung diberikan kepada penerima. Cara ini sering digunakan untuk mempermudah mereka yang ingin segera menyalurkan fidyah.

3. uang Tunai

Beberapa ulama membolehkan pembayaran fidyah dalam bentuk uang tunai dengan jumlah yang setara dengan harga makanan yang seharusnya diberikan. Namun, ini bergantung pada pandangan mazhab atau fatwa yang berlaku di tempat Anda.

4. Bahan Makanan Lain

Selain makanan pokok, bahan makanan lain seperti minyak goreng, tepung, atau gula juga dapat digunakan, terutama jika sesuai dengan kebutuhan penerima.

Cara Menyalurkan Fidyah

Fidyah harus diberikan kepada orang-orang yang berhak menerima, yaitu kaum fakir dan miskin. Penyaluran dapat dilakukan secara langsung atau melalui lembaga penyalur fidyah yang terpercaya.

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Niat yang Ikhlas: Pastikan niat fidyah dilakukan untuk mengganti kewajiban puasa yang tidak dapat ditunaikan.
  • Jumlah yang Tepat: Hitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan untuk memastikan fidyah yang diberikan mencukupi.


Editor : Firda Rachmawati