Sembilan Negara Delegasi OIC Comstech Fellowship Program Ikuti Pelatihan di Bio Farma dan UNPAD

Sebanyak 10 delegasi dari sembilan negara Organization of Islamic Cooperation - Standing Committee for Scientific and Technological Cooperation (OIC COMSTECH) Fellowship Program melanjutkan pelatihan di UNPAD pada 15 Juli 2024.

Sembilan Negara Delegasi OIC Comstech Fellowship Program Ikuti Pelatihan di Bio Farma dan UNPAD
Sebanyak 10 delegasi dari sembilan negara Organization of Islamic Cooperation - Standing Committee for Scientific and Technological Cooperation (OIC COMSTECH) Fellowship Program melanjutkan pelatihan di UNPAD pada 15 Juli 2024./istimewa

INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 10 delegasi dari sembilan negara Organization of Islamic Cooperation - Standing Committee for Scientific and Technological Cooperation (OIC COMSTECH) Fellowship program melanjutkan pelatihan di UNPAD pada 15 Juli 2024.

Kegiatan OIC COMSTECH Fellowship program ini, merupakan yang ke-3 kali dilaksanakan di Indonesia.

“Saya sampaikan apresiasi kepada Bio Farma dan Universitas Padjadjaran yang telah memfasilitasi OIC Comstech Fellowship program yang telah diselenggarakan di Asia sejak tahun 2022. Para delegasi mendapatkan pengalaman luar biasa dari kolaborasi solid para pemangku kepentingan, yakni pelaku usaha, peneliti, akademisi dan sektor pemerintah Indonesia di bidang vaksin dan produk bioteknologi," kata Direktur Ketahanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian RI, Roy Himawan, Selasa 16 Juli 2024.

Direktur Pemasaran Bio Farma Group, Kamelia Faisal menyampaikan, bahwa merupakan sebuah kehormatan bagi Bio farma telah dipercaya untuk berbagi ilmu kepada delegasi OKI.

“Bio Farma merasa terhormat telah dipercaya menjadi tuan rumah dan berbagi ilmu pembuatan vaksin kepada para delegasi. Selama berada di Bio Farma, para peserta mengeksplorasi proses end to end pembuatan vaksin, mulai dari penelitian dan pengembangan, produksi, pengendalian mutu, regulasi vaksin, uji klinis dan farmakovigilans, hingga pemasarannya," kata Kamelia Faisal.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh oleh peserta pelatihan selama program berlangsung dapat mendorong untuk berkontribusi dalam kemajuan kesehatan di negara masing-masing.
 
“Dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkolaborasi di bidang virologi atau teknologi vaksin, program-program ini akan memainkan peran penting dalam memajukan kerja sama internasional dan pertukaran pengetahuan di area-area kritis ini," ucapnya.

Rektor UNPAD, Rina Indiastuti menyatakan, bahwa pelatihan lanjutan untuk teknologi virologi dan vaksin yang akan dilakukan dalam program ini merupakan penelitian yang sangat penting untuk sektor kesehatan, terutama setelah adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. 

“Setelah pandemi, kami memiliki banyak pengalaman yang menunjukkan bahwa kami memerlukan banyak prototipe, banyak penelitian lanjutan, banyak inovasi di sektor kesehatan, terutama di bidang virologi dan vaksin,” kata Rina Indiastuti.

Salah satu delegasi dari Mesir, Sherif Abd-Elmaksoud mengatakan, bahwa kesempatan ini merupakan peluang luar biasa bagi akademisi sepertinya, dan juga delegasi dari negara lain untuk belajar langsung dari sumber ilmu.

“Saya mendapat peluang untuk mempelajari hal-hal baru dengan belajar secara langsung dan dalam lingkungan praktek, tidak hanya teori. Saya berharap ilmu yang saya dapatkan dari kegiatan ini dapat kami terapkan di negara kami, dan membantu menjembatani kekurangan akses produk vaksin dalam rangka menanggulangi pandemi di masa mendatang," kata Sherif Abd-Elmaksoud.***


Editor : JakaPermana