Kemenkominfo Imbau Masyarakat Jaga Data Pribadi dari Serangan Hacker
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengimbau masyarakat, untuk menjaga data pribadi dari serangan hacker.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengimbau masyarakat, untuk menjaga data pribadi dari serangan Hacker.
Guna meningkatkan literasi masyarakat, Kemenkominfo menggelar webinar bertajuk 'Jaga Kebocoran data pribadi dari Hacker' pada Senin 15 Juli 2024 kemarin, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian masyarakat guna menjaga data pribadi dari kebocoran di dunia digital.
Terlebih saat ini dunia digital sudah tidak bisa dihindari, sehingga yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kehati-hatian untuk menjaga kebocoran data pribadi.
Webinar yang diikuti 20 orang dari komunitas 234 SC Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang dengan fokus materi terkait etika dan cakap digital, aman serta etika digital diharapkan mampu mendorong tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia di 2024 #MakinCakapDigital.
Narasumber Aman Digital La arane Hafied mengatakan, keamanan digital harus dilakukan untuk menjaga data pribadi seperti foto, video, daftar kontak dan data keuangan.
"Caranya dengan menggunakan kata sandi, finger print, face authentification, find my device, back up data, antivirus, enkripsi full disk dan shredder," ujar Hafied.
Sementara Narasumber Etika Digital Rizki Ayu Febriana menuturkan, teknologi pada hari ini sejatinya telah memudahkan manusia. Namun tetap ada etika yang harus dijaga.
"Etika digital adalah sesuatu yang penting, karena ia menyangkut prosedur dan tata cara menggunakan alat teknologi digital. Ruang lingkup etika digital diantaranya adalah kesadaran, integritas dan kejujuran, tanggungjawab serta kebajikan," ucapnya.
Tips menjaga etika di ruang digital kata dia antaranya, penggunaan bahasa yang sopan, hindari penyebaran informasi sensitif, bijak dalam meneruskan informasi dan meminimalisir penyebaran data pribadi.
Sementara Narasumber Cakap Digital Litani B Wattimena melanjutkan, publik harus mengetahui anatomi digital seperti software, hardware dan brainware.
Sehingga mampu menggunakan critical thinking dalam mengamankan data pribadi, yang terdiri dari dua jenis. Yakni data umum seperti nama lengkap, kewarganegaraan dan agama, serta data spesifik yang tidak bisa disebarluaskan seperti informasi kesehatan, info perbankan, biometrik dan data lain sesuai peraturan
"Tips untuk berpikir kritis dalam menjaga data pribadi adalah konsep 3H (Head, Heart, Hand)," terangnya.
Berdasarkan hasil survei, Indeks Literasi Digital Nasional pada 2022 naik sebesar 0,05 poin menjadi 3,54 dari capaian indeks di tahun 2021. Ada tiga pilar yang meningkat, yaitu Pilar 1 (Digital Skill) naik sebesar 0,08 poin, Pilar 2 (Digital Ethics) naik sebesar 0,15 poin, dan Pilar 3 (Digital Safety) naik 0,02 poin. Namun Pilar 4 (Digital Culture) menurun sebesar 0,06 poin.
Pola pada pilar ini tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Secara umum urutan pada tiap indikator memiliki urutan yang sama walaupun terdapat kecenderungan penurunan pada tiap indikator pada indikator teratas.
Seperti penyesuaian cara berkomunikasi agar kedua pihak tidak tersinggung mengalami penurunan dari 3,82 (tahun 2021) menjadi 3,81 (tahun 2022). Sedangkan indikator dengan nilai indeks terendah cenderung mengalami kenaikan. Seperti keterbiasaan mencari tahu apakah informasi yang ditemukan di website benar atau salah naik dari 3,05 (2021) menjadi 3,25 (2022).
Walaupun secara umum terdapat kenaikan indikator, namun pengetahuan responden mengenai perangkat keras dan lunak mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Pengetahuan perangkat keras mengalami sedikit penurunan dari 49% menjawab benar, menjadi 42% menjawab benar. Begitu juga pengetahuan tentang perangkat lunak yang mengalami penurunan dari 48% menjawab benar, menjadi 45% menjawab benar.
Kegiatan Literasi Digital Sektor Pendidikan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital, yang diinisiasi oleh Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024.***
Editor : JakaPermana

