Semifinal Inggris vs Argentina Diprediksi Penuh Emosi, Tuchel: Sebuah Momen Penting

Thomas Tuchel meyakini bahwa pertandingan semifinal Inggris vs Argentina akan sipenuhi emosi.

Semifinal Inggris vs Argentina Diprediksi Penuh Emosi, Tuchel: Sebuah Momen Penting
Pelatih Inggris Thomas Tuchel.

INILAHKORAN, Bandung - Sebelum pertandingan Inggris vs Argentina dimulai, penggemar masih- masing negara sudah banyak yang menyuarakan bahwa tim mereka akan menang dan bahkan ada beberapa diantaranya melakukan ritual takhayul agar negara mereka maju kebabak final.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel juga memperkirakan bahwa pertandingan akan penuh emosi saat melawan Argentina.

Akan tetapi, Thomas Tuchel menekankan bahwa Inggris tidak akan menggunakan sejarah kedua negara sebagai pemicu motivasi.

"Kami tahu mengapa kami di sini. Kami tahu apa yang kami inginkan," tegas Tomas Tuchel. 

"Kami berada di semifinal. Kami datang ke semifinal dengan penuh semangat. Kami ingin meraih kemenangan selanjutnya," tuturnya.

Dia melanjutkan, "Kami menghormati lawan kami, tetapi kami tidak mengungkit peristiwa bersejarah dan kami tidak membesar-besarkannya. Ini adalah pertandingan sepak bola besar, sebuah momen penting."

Bintang Argentina Lionel Messi telah mendominasi pemberitaan menjelang pertandingan, dan Thomas Tuchel memberikan penghormatan kepada kapten Argentina tersebut.

"Begitu Leo Messi menguasai bola, pergerakan pun dimulai, dan eksekusi teknis dari umpan dan pasokan bola Messi berada pada level tertinggi," ujarnya.

"Jadi ada banyak hal yang perlu diurus, tetapi kami di sini untuk menerapkan gaya kami, untuk menunjukkan kekuatan kami," tambahnya.

BEBAN SEJARAH MASA LALU

Inggris berupaya mencapai final Piala Dunia pertama mereka dalam 60 tahun, sejak mereka mengangkat trofi di kandang sendiri, tetapi Thomas Tuchel menolak anggapan bahwa beban sejarah telah menjadi kendala.

"Saya tidak merasa terbebani," katanya. "Saya akan merasakan gugup dan tegang besok. Itu hal yang wajar dalam pertandingan seperti ini."

Namun, yang dirasakan oleh pelatih asal Jerman itu adalah skuad yang sangat bersemangat menghadapi tantangan.

"Yang sangat saya sukai dalam beberapa hari terakhir adalah para pemain sangat kompetitif, mereka sangat bersemangat, mereka sangat ingin memainkan pertandingan ini," ungkapnya.

"Kedua jersey (Inggris dan Argentina) itu benar-benar ikonik. Pertandingan-pertandingan bersejarah itu ikonik. Ada momen-momen ikonik, tetapi semua orang mengenali jersey-jersey ini. Seketika, semua orang mengenali para pemainnya."

Dia melanjutkan, "ini adalah keindahan mutlak dalam skala pertandingan, dalam skala acara tersebut."

Thomas Tuchel juga menepis anggapan tentang menjadi pelatih asing pertama yang membawa negara mana pun meraih kejayaan di Piala Dunia.

"Bagi saya, hal itu tidak seperti itu," katanya. "Saya tidak memiliki tujuan seperti itu dan tidak menetapkan tujuan seperti itu. Saya hanya mencintai apa yang saya lakukan, dan saya bersyukur atas kesempatan ini."

Pelatih Inggris ini menambahkan bahwa salah satu kegembiraan Piala Dunia adalah kesempatan untuk menyatukan negara.

"Saya pikir pada dasarnya itulah tujuan Piala Dunia, untuk membangkitkan semangat negara, membangkitkan semangat penggemar, dan menyebarkan energi serta membuat orang melupakan kekhawatiran mereka, membuat hidup orang lebih baik selama 90, 120 menit, dan bersatu serta diwakili oleh sebuah tim," jelasnya.

"Ada begitu banyak hal yang patut disukai dari skuad Inggris ini dan saya sangat senang orang-orang merasakannya," ungkapnya lagi.***


Editor : Irma Nurfajri