Sempat Kewalahan, Pencegahan Virus DBD Dilakukan Berbarengan

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melibatkan petugas Puskesmas, aparatur kecamatan, aparatur desa dan masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit atau virus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sempat Kewalahan, Pencegahan Virus DBD Dilakukan Berbarengan
INILAH, Bogor - Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melibatkan petugas Puskesmas, aparatur kecamatan, aparatur desa dan masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit atau virus Demam Berdarah Dengue (DBD).
 
Kabid Pencegahan  Penyakit Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Agus Fauzi mengatakan pencegahan penyebaran virus DBD bukan hanya dengan melakukan fogging, tetapi juga dengan melakukan Penberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan gerakan satu rumah satu jumantik.
 
"Jangan hanya tergantung dengan kegiatan fogging karena itu hanya membunuh nyamuk aedes aegypti dewasa, sementara larva dan jentik nyamuk hanya bisa dibasmi dengan PSN dan gerakan satu rumah satu jumantik," kata Agus Fauzi kepada wartawan, Jumat (1/2).
 
Dia menerangkan data terbaru yang didapat dari Rumah Sakit dan Puskesmas jumlah penderita DBD mencapai 296 orang dengan 5 orang diantaranya meninggal dunia akibat virus berbahaya ini.
 
"RSUD sempat kewalahan melayani pasien virus DBD hingga mereka sempat dirawat di lorong-lorong karena ruang rawat anak yang terbatas, sementara penderita virus ini mayoritasnya anak-anak," terangnya.
 
Agus menjelaskan dirinya memprediksi jumlah penderita virus DBD akan terus mengalami kenaikan seiring musim penghujan, hingga gerakan serentak (Gertak) PSN dan gerakan satu rumah satu jumantik harus segera dilakukan untuk mencegah status waspada yang berlaku saat ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
 
"Saat ini status kita Waspada DBD dan bukannya KLB, kami akan lakukan beberapa upaya untuk mencegah status KLB dan bertambahnya jumlah penderita yang meninggal dunia," jelas Agus.
 
Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin mensosialisasikan program Gertak (gerakan serentak) 3 M yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur kaleng atau wadah yang bisa menampung air (3M) atau PSN demi mencegah penyebaran nyamuk aedes aegypti yang menyebarkan virus DBD.
 
"Hari ini saya melakukan fogging dan Sabtu (2/2) nanti kami akan melakukan Gertak 3 M, PSN dan gerakan satu rumah satu jumantik untuk pencegahan penyebaran penyakit atau virus DBD," ucap Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Rabu (30/1).
 
Kepada masyarakat, Ketua DPW PPP jawa Barat  ini menghimbau agar berperan aktif meminta serbuk abate dan fogging ke Dinas Kesehatan atau puskesmas terdekat.
 
"Saya minta dinas kesehatan, RSUD dan Puskesmas bertindak cepat menanggani virus DBD, jangan sampai ada lagi korban yang meninggal dunia akibat penyakit berbahaya ini," pinta Ade.


Editor : inilahkoran