Sempat Panic Buying, Pusat Perbelanjaan di Bandung Normal Lagi
Warga masyarakat Kota Bandung tak lagi berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan untuk memborong semua kebutuhan pokok dan beberapa perlengkapan lainnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Warga masyarakat Kota Bandung tak lagi berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan untuk memborong semua kebutuhan pokok dan beberapa perlengkapan lainnya.
Hal tersebut, dipastikan langsung Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah saat dihubungi via telepon seluler nya pada Senin (16/3/2020).
"Per hari ini warga Kota Bandung tidak panik, warga sudah cerdas. Tidak seperti kemarin dimana warga sudah mengantri dari pukul 08.00 WIB untuk belanja dan memborong semua keperluan," kata Elly.
Panic buying atau belanja berlebihan, dituturkan dia terjadi di Kota Bandung setelah pemerintah daerah mengumumkan agar warga tidak lagi banyak melakukan berbagai kegiatan di luar rumah.
Hal itu disebut dia, membuat sebagian warga mengalami kepanikan dan berbondong-bondong datang ke pusat-pusat perbelanjaan untuk memborong semua kebutuhan pokok.
"Kalau pun di pusat perbelanjaan saat ini ramai, itu bukan karena kepanikan. Akan tetapi memang karena belanja untuk kebutuhan bulanan, dan jumlah pembelian pun diangka normal," ucapnya.
Bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Disdagin Kota Bandung, disebut dia kini terus memantau sejumlah pusat-pusat perbelanjaan sebagai langkah antisipasi ke depan.
"Dengan Aprindo, kami akan terus melihat perkembangannya selama 14 hari ke depan. Apabila kembali terjadi panic buying, kami akan melakukan langkah, seperti pembatasan belanja," ujar dia. (yogo triastopo)
Editor : Bsafaat


