Semua Umat Beragama Harus Junjung Nilai Persatuan dan Kesatuan Dalam Bingkai Kebhinekaan

Hima PKnH Unpas menggelar kegiatan Religious Discussion melalui zoom meeting, Jumat 31 Desemer 2021 di Bandung

Semua Umat Beragama Harus Junjung Nilai Persatuan dan Kesatuan Dalam Bingkai Kebhinekaan

 

INILAHKORAN, Bandung - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (PKnH) Universitas Pasundan (Unpas) Amanda Navira mengatakan, semua umat beragama harus menjunjung nilai persatuan dan kesatuan dalam bingkai kebhinekaan

Hal ini untuk menghindari dampak permasalahan/konflik yang menimbulkan perpecahan antar umat beragama di negara Indonesia. Selain itu, refleksi di akhir tahun sebagai bentuk evaluasi memperbaiki kesalahan yang terjadi untuk memulai awal yang baru. Hal ini tertuang dalam acara "Religious Discussion", yang diselenggarakan Hima  PKnH Unpas melalui Zoom.

"Kegiatan ini (Religious Discussion) diikuti dari berbagai Agama, seperti Islam, Hindu, Kristen, Khatolik, Budha, dan Khong hu cu," ujar Ketua Hima PKnH Amanda Navira, Jumat 31 Desember 2021.

Baca Juga: Bantu Percepatan Herd Immunity, UKM dan BEM Unpas Kolaborasi Gelar Sentra Vaksinasi Pelajar dan Mahasiswa

Menurut dia, kegiatan Religious Discussion yang diselenggarakan HIMA PKnH Unpas ini, seluruh peserta sangat bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan dari awal hingga berakhirnya kegiatan.

"Saya sangat mengapresiasi kepada peserta yang sangat kritis dalam menanggapi diskusi keagamaan ini, guna mencari jalan tengah untuk membuat sebuah perbedaan menjadi mutiara demi mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, serta mewujudkan warga negara yang pancasilais," tutur Amanda Navira.

Kata dia, kegiatan seperti ini merupakan sebuah momentum yang sangat langka karena bisa bertukar pandangan dengan narasumber dari agama yang berbeda-beda demi menjunjung persatuan negara Indonesia.

Baca Juga: Dekan FEB Unpas: Tingkatkan Kualifikasi Dosen dan Marasiswa

Pada saat ini, HIMA PKnH Unpas selain memberikan kebermanfaatan bagi orang lain, juga memberikan sebuah tempat kepada semua orang, khususnya umat beragama untuk bertukar pandangan atau berdiskusi tentang sebuah keberagaman ini bukanlah bentuk perpecahan, tetapi keberagaman merupakan bentuk dari persatuan bangsa Indonesia dalam bingkai kebhinekaan.

"Harapan kami sih, mewujudkan persatuan dan kesatuan yang menjadi harapan bangsa Indonesia serta mensejahterahkan dan menghilangkan presepsi, bahwa keberagaman itu bukanlah sebuah perpecahan, tetapi menjadi dasar bagi bangsa Indonesia untuk maju menjadi negara yang menjunjung nilai pancasila," paparnya. *** (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran