Dekan FEB Unpas: Tingkatkan Kualifikasi Dosen dan Marasiswa
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pasundan (Unpas) menggelar âHow To Become An Innovative Young Entrepreneurâ
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Dekan FEB Unpas Atang Hermawan mengatakan, bahwa acara ini adalah salah satu bagian dari tridharma perguruan tinggi, tujuannya untuk meningkatkan kualifikasi dosen dan mahasiswa.
“Tujuan lain dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dalam menghadapi tantangan yang semakin berat, termasuk isu yang diangkat yaitu ekonomi kreatif yang saat ini menjadi diskusi para pebisnis muda dan masyarakat,” imbuh Atang Hermawan.
Dia mengungkapkan, bahwa kewirausahaan pada dasarnya adalah untuk menciptakan hal yang baru dan berbeda lewat kreatifitas dan inovatif untuk membuka peluang yang diawali oleh ide dan pemikiran untuk menciptakan hal yang baru dan berbeda.
“Dalam membangun usaha ada beberapa modal usaha utama yang harus dimiliki, baik kemampuan untuk membentuk ide-ide pemikiran, kemudian di bidang sosial dan moral melalui kejujuran dan kepercayaan, serta modal mental yaitu kesiapan diri dan keberanian dalam menghadapi tantangan, serta modal material berupa uang dan barang,” ungkapnya.
Ia mengajak generasi muda untuk menciptakan lapangan kerja dan berwirausaha. Terlebih di era perkembangan digital yang memunculkan bisnis baru seperti adanya pembayaran online, model langganan sehingga bisnis di masa kini bisa mengeksploitasi berbagai peluang lain.
“Bisnis digital memiliki jangkauan yang luas, berjangka panjang, memberikan kenyamanan, dan penghasilan yang tanpa batas,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Tantan Syurya Santana menyampaikan, bahwa dalam memulihkan lingkungan bisnis pemerintah pun telah melakukan berbagai hal, diantaranya memastikan standar safety, security, cleanliness, hygiene pada setiap usaha yang akan beroperasi kembali terpenuhi dan dipatuhi.
“Kami juga berupaya meningkatkan kompetensi SDM Pariwisata dan Ekraf, pelatihan dan sertifikasi profesi, dan fasilitasi hak kekayaan intelektual (HAKI) Ekraf diutamakan bagi SDM yang terdampak Pandemi Covid19,” terangnya. (Okky Adiana)***
Editor : inilahkoran


