Sengketa Persib vs Robert Rene Alberts Ternyata Diputus FIFA pada 2025

Perselisihan Persib Bandung dan Robert Rene Alberts ternyata diputus FIFA pada 2025. Persib diwajibkan membayar tunggakan beserta bunga.

Sengketa Persib vs Robert Rene Alberts Ternyata Diputus FIFA pada 2025
Robert Rene Alberts

INILAHKORAN.ID-Perselisihan antara Persib Bandung dan mantan pelatihnya, Robert Rene Alberts, ternyata bukan perkara yang terjadi pada 2022. Berdasarkan dokumen FIFA dengan nomor perkara FPSD-19488, sengketa pembayaran tersebut terjadi pada 2025 dan telah diputus oleh FIFA pada 3 Oktober 2025.

Perkara bermula dari kesepakatan pembayaran antara Persib dan Robert Rene Alberts yang dibuat pada 18 Februari 2025. Dalam perjanjian tersebut, Persib memiliki kewajiban membayar total Rp3 miliar kepada Robert melalui 10 kali cicilan.

Dari total tersebut, Rp1,8 miliar dijadwalkan dibayarkan secara bertahap sebesar Rp225 juta per bulan mulai Maret hingga Oktober 2025. Sementara Rp1,2 miliar sisanya dibayarkan masing-masing Rp600 juta pada November dan Desember 2025.

Namun, persoalan muncul ketika pembayaran cicilan pertama pada Maret 2025 tidak diterima Robert secara penuh.

Pada 21 Maret 2025, Persib disebut hanya membayarkan Rp93.749.500. Robert kemudian mempersoalkan pemotongan sebesar Rp131.250.500 yang dikaitkan dengan peningkatan kelas penerbangan dari ekonomi menjadi bisnis.

Robert Gugat Persib ke FIFA

Robert kemudian mengajukan gugatan ke FIFA pada 4 Juni 2025. Ia menuntut pembayaran tunggakan sebesar Rp581.250.000, yang terdiri dari kekurangan pembayaran cicilan Maret sebesar Rp131.250.000 serta cicilan April dan Mei masing-masing Rp225 juta.

Robert juga meminta pembayaran bunga sebesar lima persen per tahun atas kewajiban tersebut.

Dalam proses persidangan, Persib disebut tidak memberikan tanggapan terhadap gugatan tersebut. Kamar Status Pemain FIFA kemudian memeriksa perkara berdasarkan bukti-bukti yang diajukan Robert, termasuk komunikasi dengan perwakilan Persib terkait persoalan pembayaran dan peningkatan kelas penerbangan.

Hakim Tunggal Kamar Status Pemain FIFA menilai kesepakatan mengenai peningkatan kelas penerbangan memang telah dibuat oleh kedua pihak. Namun, biaya peningkatan tersebut dinilai tidak semestinya dipotong dari cicilan pembayaran Maret 2025.

Atas pertimbangan tersebut, FIFA menyatakan Persib masih memiliki kewajiban pembayaran kepada Robert.

Persib Wajib Bayar Ratusan Juta Rupiah

Dalam putusannya, FIFA mengabulkan sebagian gugatan Robert Rene Alberts.

Persib diwajibkan membayar Rp131.250.000 dengan bunga lima persen per tahun sejak 16 Maret 2025. Selain itu, Persib juga diwajibkan membayar Rp225 juta dengan bunga lima persen sejak 16 April 2025 serta Rp225 juta dengan bunga lima persen sejak 16 Mei 2025 hingga seluruh kewajiban dilunasi.

FIFA tidak mengabulkan tuntutan Robert terhadap cicilan berikutnya yang belum jatuh tempo ketika gugatan diajukan pada 4 Juni 2025.

Meski demikian, FIFA menegaskan kondisi tersebut tidak menghilangkan hak Robert untuk mengajukan gugatan baru apabila Persib tidak memenuhi kewajiban pembayaran cicilan yang tersisa.

Persib diberikan waktu 45 hari sejak pemberitahuan keputusan untuk menyelesaikan kewajiban beserta bunganya.

Jika kewajiban tersebut tidak dipenuhi, FIFA dapat menjatuhkan sanksi berupa larangan mendaftarkan pemain baru di tingkat nasional maupun internasional hingga maksimal tiga periode pendaftaran pemain penuh dan berturut-turut.

Perkara tersebut juga dapat diteruskan kepada Komite Disiplin FIFA apabila kewajiban pembayaran tetap tidak diselesaikan.

Persib Sebut Kasus Lama

Manajemen Persib sebelumnya memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menyebut kasus Robert Rene Alberts sebagai persoalan lama yang berkaitan dengan periode 2022.

“Yang perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian secara menyeluruh untuk memahami posisi kasus dan menentukan langkah yang paling tepat,” ujar Adhitia, Selasa (11/8/2026).

Adhitia menegaskan Persib menghormati setiap keputusan regulator dan akan mengambil langkah penyelesaian sesuai mekanisme yang berlaku.

Menurutnya, manajemen tidak akan tinggal diam dan menjadikan persoalan tersebut sebagai perhatian serius.

“Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku, sebagaimana yang telah kami lakukan pada kasus sebelumnya,” tegasnya.

Persib Minta Bobotoh Tetap Tenang

Di tengah munculnya persoalan tersebut, Adhitia memastikan persiapan Persib menghadapi musim 2026/2027 tetap berjalan.

Ia menyebut proses registrasi para pemain baru kepada operator kompetisi dan federasi telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Karena itu, kami meminta Bobotoh untuk tetap tenang. Persiapan tim untuk musim 2026/2027 tetap berjalan. Seluruh pemain baru telah kami proses untuk kebutuhan registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sementara untuk kasus ini kami sedang mengambil langkah penyelesaian yang diperlukan,” ucapnya.

Keputusan FIFA tersebut masih dapat diajukan banding oleh pihak yang bersengketa ke Court of Arbitration for Sport (CAS) dalam waktu 21 hari sejak keputusan diterima.

Dengan demikian, persoalan antara Persib Bandung dan Robert Rene Alberts kini kembali menjadi perhatian, terutama terkait kewajiban pembayaran yang telah diputus FIFA serta langkah yang akan ditempuh manajemen Maung Bandung untuk menyelesaikannya.***


Editor : JakaPermana