Akses Jalan ke Kawasan Pemerintahan Terpadu Bogor Timur Dibangun
Pemkot Bogor mulai membangun akses jalan sepanjang 480 meter menuju kawasan pemerintahan terpadu Katulampa yang ditargetkan terhubung Tol Jagorawi akhir 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai merealisasikan pembangunan akses jalan menuju kawasan rencana kantor pemerintahan terpadu di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Pembangunan ditandai dengan groundbreaking sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Bogor dan PT Kharisma Tangguh Persada (KTP), Selasa (11/8/2026).
Akses jalan tersebut memiliki panjang sekitar 480 meter dengan lebar mencapai 32 meter. Pemkot Bogor menargetkan pembangunan selesai pada akhir 2026 dan dapat terhubung dengan akses menuju Tol Jagorawi.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, pembangunan akses jalan menjadi salah satu tahapan penting dalam menyiapkan kawasan pemerintahan terpadu di Bogor Timur.
“Ini adalah sebuah akses jalan yang nantinya terhubung langsung dengan Exit Tol Jagorawi Bogor Selatan. Akses jalan ini panjang sekitar 480 meter dengan lebar kurang lebih 32 meter,” kata Dedie kepada wartawan.
Selain badan jalan, infrastruktur tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti drainase, pedestrian, kanstin, hingga lampu penerangan.
Kawasan Pemerintahan Baru Bakal Dilengkapi Fasilitas Publik
Pemkot Bogor tidak hanya menyiapkan gedung pemerintahan di kawasan tersebut. Sejumlah fasilitas publik juga direncanakan dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bogor Timur.
Salah satunya adalah lapangan olahraga representatif. Dedie menyebut fasilitas tersebut dibutuhkan karena hingga kini kawasan Bogor Timur belum memiliki lapangan olahraga dengan fasilitas yang memadai.
“Selain itu nanti ada masjid dan gedung ruang serbaguna,” ujarnya.
Gedung serbaguna nantinya diharapkan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan dengan jumlah peserta besar, mulai dari acara pisah sambut, sosialisasi, hingga pelaksanaan program kerja Pemkot Bogor.
Menurut Dedie, keberadaan fasilitas tersebut akan membantu pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap tempat sewa seperti hotel ketika menggelar kegiatan dengan kapasitas peserta besar.
“Kalau kita punya gedung serbaguna sendiri, kegiatan-kegiatan seperti acara pisah sambut, sosialisasi, hingga pelaksanaan program kerja bisa dilaksanakan di sini,” katanya.
Pemkot Bogor Siapkan Penghijauan
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkot Bogor juga menyiapkan penghijauan di kawasan pemerintahan terpadu tersebut.
Dedie mengatakan sejumlah pohon telah ditanam di kawasan itu. Ia meminta agar seluruh tanaman yang sudah maupun akan ditanam mendapatkan perawatan secara berkelanjutan.
“Kawasan ini nantinya akan kami hijaukan. Beberapa waktu yang lalu kami juga sudah menanam beberapa pohon, tapi saya tegaskan agar tanaman itu harus dipastikan terawat,” tuturnya.
Menurutnya, aspek lingkungan harus menjadi bagian dari pengembangan kawasan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur.
Jalan Ditargetkan Tersambung Tol Jagorawi Akhir Tahun
Dedie menegaskan, tahap pematangan lahan kawasan pemerintahan terpadu telah selesai. Saat ini, pembangunan akses jalan menjadi prioritas utama.
Pemkot Bogor juga telah memiliki Detail Engineering Design (DED) untuk kawasan tersebut. Namun, dokumen tersebut akan ditinjau kembali, termasuk untuk menyesuaikan rencana pembangunan fasilitas olahraga.
Selain itu, Pemkot Bogor melakukan penyelarasan geometri jalan dengan pengembang lain, yakni PT SEG. Langkah tersebut diperlukan agar akses jalan yang dibangun dapat tersambung dengan jaringan jalan lainnya.
“Target selesainya akhir tahun ini, jalan sudah harus terhubung,” kata Dedie.
Dengan tersambungnya akses tersebut, masyarakat dari arah Tol Jagorawi diharapkan dapat menuju kawasan Bogor Raya Golf dan sekitarnya tanpa harus memutar melalui kawasan R3 atau Regional Ring Road.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru di Bogor Timur
Pembangunan akses jalan tersebut juga diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bogor Timur.
Dedie mengatakan, kawasan tersebut masih memiliki lahan yang cukup luas sehingga terbuka peluang investasi untuk berbagai sektor.
“Harapannya, infrastruktur ini akan memicu pertumbuhan ekonomi dan bangkitan ekonomi baru. Karena lahan di sini masih sangat luas, kita mengundang para investor untuk masuk,” ujarnya.
Sejumlah sektor dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan, termasuk perguruan tinggi swasta dan rumah sakit.
“Misalnya untuk pembangunan perguruan tinggi swasta atau rumah sakit. Ini sangat memungkinkan dilaksanakan di sini karena statusnya adalah kawasan mixed-use atau kawasan terpadu,” pungkas Dedie.***
Editor : JakaPermana

