Sepanjang 2024, Kebakaran di Kota Bandung Capai 350 Kasus

Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, mencatat 350 kasus kebakaran sepanjang 2024. Kasus tersebut, menurun dibandingkan 2023 yang mencapai 352 kasus.

Sepanjang 2024, Kebakaran di Kota Bandung Capai 350 Kasus

INILAHKORAN, Bandung - Dinas kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, mencatat 350 kasus kebakaran sepanjang 2024. Kasus tersebut, menurun dibandingkan 2023 yang mencapai 352 kasus.

Kepala bidang (Kabid) Pencegahan Dinas kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Kurniawan Yusuf menyebut, penyebab utama kebakaran masih didominasi kelalaian masyarakat dalam penggunaan listrik dan gas.

“Sebagian besar kebakaran terjadi di kawasan permukiman. Faktor utama adalah cara penggunaan gas dan listrik yang tidak aman,” kata Kurniawan Yusuf, Jumat 10 Januari 2025.

Meskipun angka kebakaran menurun, Diskar PB masih menemui kendala dalam penanganan insiden. Salah satunya adalah informasi yang terlambat diterima sehingga petugas sering kali tiba di lokasi saat api sudah membesar.

“Hal ini tentu menyulitkan proses pemadaman. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi terus kami lakukan agar masyarakat lebih peduli terhadap pencegahan kebakaran,” ucapnya.

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat, pihaknya mengaku telah membentuk relawan kebakaran di 55 kelurahan. Relawan ini dilatih untuk memberikan edukasi dan melakukan penanganan awal kebakaran.

Selain itu, hingga 2024, Diskar PB telah memasang lebih dari 300 instalasi pompa portabel di berbagai wilayah untuk mendukung respons cepat warga terhadap kebakaran.

“Instalasi pompa portabel ini terbukti sangat membantu. Masyarakat bisa memadamkan api lebih cepat sebelum meluas. Ke depan, kami akan terus membina lebih banyak kelurahan dan memperluas pembentukan relawan,” ujar dia.

Kurniawan menambahkan, Diskar PB terus berkomitmen untuk terus menekan angka kebakaran di Kota Bandung melalui pendekatan edukasi, pembentukan relawan, dan peningkatan infrastruktur pemadam kebakaran.

Namu begitu ditegaskan ia, peran masyarakat dalam menjaga keamanan penggunaan gas dan listrik tetap menjadi kunci utama. ***


Editor : Ahmad Sayuti