Sains 'Ubi Bombing': Cara Kerja Tepung Singkong Padamkan Kebakaran Hutan

Penasaran bagaimana tepung ubi dan pati bisa meredam api? Simak temuan jurnal ilmiah internasional tentang teknologi pemadam api berbasis pati ramah lingkungan.

Sains 'Ubi Bombing': Cara Kerja Tepung Singkong Padamkan Kebakaran Hutan
Sains 'Ubi Bombing': Cara Kerja Tepung Singkong Padamkan Kebakaran Hutan

INILAHKORAN.ID - Gagasan memanfaatkan tepung ubi dan singkong untuk meredam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menarik perhatian publik. Namun, benarkah senyawa berbasis tepung (starch) memiliki kemampuan ilmiah dalam memadamkan kobaran api?

​Berbagai penelitian dan jurnal ilmiah internasional membuktikan bahwa kandungan pati dari umbi-umbian memang memiliki potensi besar sebagai bahan penghambat api (fire retardant) alami yang ramah lingkungan.

​Bagaimana tepung Merendam Api secara Kimia dan Fisika?

​Dalam literatur sains material dan pemadam kebakaran modern, pati olahan yang dicampur dengan air dan formula tertentu bekerja melalui beberapa mekanisme utama:

​1. Pembentukan Barikade Oksigen (Char Formation)

​Ketika gel berbasis pati terkena suhu panas ekstrem, struktur molekulnya bereaksi membentuk lapisan kerak karbon (char layer). Lapisan ini bertindak sebagai perisai isolasi termal yang secara instan menyumbat pasokan oksigen ke titik api, sehingga rantai pembakaran terputus.

​2. Mengubah Air Menjadi Gel Penghambat Evaporasi

​Salah satu kelemahan pemadaman karhutla menggunakan air biasa adalah sifatnya yang mudah menguap terkena panas dan dengan cepat meresap hilang ke dalam tanah.

​Dengan menambahkan ekstrak pati ubi, sifat cairan berubah menjadi koloid atau gel kental. Gel ini mampu menempel erat pada dedaunan dan batang kayu kering, sehingga air bertahan lebih lama untuk menahan laju penyebaran api.

​3. Ramah Lingkungan dan Bebas Racun

​Bahan pemadam kimia sintetis kerap meninggalkan residu beracun yang merusak ekosistem tanah dan air tanah. Sebaliknya, pemadam berbasis pati bersifat biodegradable (mudah terurai alami), sehingga aman bagi fauna dan kesuburan tanah pasca-kebakaran.

​​Studi keselamatan pemadam kebakaran (Fire Safety Science) mengingatkan bahwa pemanfaatan tepung untuk memadamkan api wajib dilakukan dalam formulasi cair atau gel basah.

tepung dalam bentuk bubuk kering yang terlempar ke udara justru berisiko menjadi debu mudah terbakar (combustible dust). Oleh sebab itu, inovasi teknologi "ubi bombing" mengandalkan ekstrak pati yang disuspensikan dengan campuran air dan garam mineral pendukung agar berdaya padam maksimal.


Editor : Firda Rachmawati