Siagakan Tim Khusus, Tirta Pakuan Janjikan Pelayanan Tetap Optimal Selama Idulfitri

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gisniawan menjanjikan pelayanan air bersih tetap berjalan optimal hingga hari raya Idulfitri 1447 H.

Siagakan Tim Khusus, Tirta Pakuan Janjikan Pelayanan Tetap Optimal Selama Idulfitri
Perumda Tirta Pakuan telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi lonjakan pemakaian maupun gangguan teknis di lapangan. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gisniawan menjanjikan pelayanan air bersih tetap berjalan optimal menjelang hingga hari raya dan saat Idulfitri 1447 H. 

Perumda Tirta Pakuan telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi lonjakan pemakaian maupun gangguan teknis di lapangan.

"Teman-teman bertugas seperti biasa, cuma memang kami dan para manajer sudah menyiapkan skenario untuk menghadapi Lebaran. Salah satu langkah antisipasi memastikan ketersediaan bahan kimia untuk pengolahan air tetap aman hingga satu bulan ke depan," ungkap Rino di Training Center Tirta Pakuan, Kecamatan Bogor Timur. 

"Hal ini dilakukan mengingat distribusi logistik biasanya mengalami hambatan menjelang hari raya. Selain itu, kami juga menyiagakan tim piket khusus di setiap zona pelayanan agar petugas tetap standby tanpa melakukan mudik," tambah Rino.

Rino menjelaskan, terkait layanan pengaduan, pihaknya menegaskan bahwa call center dan media sosial resmi Perumda Tirta Pakuan akan beroperasi 24 jam. 

Dia mengimbau pelanggan untuk lebih teliti sebelum melaporkan gangguan, terutama jika air hanya mati di satu rumah saja.

"Seringkali petugas datang jauh-jauh, ternyata masalahnya hanya stop valve setelah meteran yang tertutup, entah karena dimainkan anak-anak atau tidak sengaja. Kalau tetangga kiri kanan nyala tetapi di rumah sendiri mati, coba cek itu dulu. Tapi kalau satu area mati, silakan hubungi kami," jelasnya.

Rino memaparkan, soal fluktuasi tekanan air atau menurunnya debit air yang kerap dialami pelanggan, dirinya mengaku adanya pola pemakaian yang ekstrem pada waktu tertentu seperti saat subuh menjelang salat Idulfitri

"Mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kondisi debit air biasanya kembali normal pada pukul 10.00 WIB atau 11.00 WIB seiring berkurangnya aktivitas penggunaan air serentak di tingkat rumah tangga," paparnya. 

Rino menerangkan, untuk meminimalisir dampak gangguan, Perumda Tirta Pakuan kini telah menerapkan sistem District Meter Area (DMA). 

"Dengan DMA, jika terjadi kebocoran di satu titik, perbaikan hanya akan berdampak pada wilayah tersebut saja, tidak sampai menghentikan pasokan ke seluruh Kota Bogor," pungkasnya. 


Editor : Doni Ramdhani