Siap Skema Pemilu 2029, Dede Yusuf: Demokrat Fokus Menangkan Kursi DPR RI
Persiapan Pemilu 2029, Partai Demokrat mulai menyiapkan berbagai skema strategi yang mengacu pada keputusan Mahkamah Konstitusi pelaksanaan antara Pemilu nasional dan daerah akan dipisah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Persiapan Pemilu 2029, Partai Demokrat mulai menyiapkan berbagai skema strategi yang mengacu pada keputusan Mahkamah Konstitusi pelaksanaan antara Pemilu nasional dan daerah akan dipisah.
Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Efendi mengatakan, apabila Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah dipisahkan maka Partai Demokrat akan terlebih dahulu fokus untuk memenangkan kursi DPR RI.
Tujuannya agar ketika memiliki kursi mayoritas di parlemen maka bisa mencalonkan banyak kepala daerah gubernur, bupati, dan wali kota.
"Pada prinsipnya, Partai Demokrat apapun keputusan nantinya, Pemilu dipisah atau tidak, kita siap," kata Dede Yusuf usai memberikan Pendidikan Politik ke kader Partai Demokrat, di Lembang.
Dede Yusuf mengakui, jumlah kursi Partai Demokrat di DPR RI saat ini mengalami penurunan. Bahkan, berada di posisi kedelapan dan bukan 'pemeran utama'.
Kendati begitu, dengan kembali jadi bagian pemerintah, setelah 10 tahun di luar pemerintahan, diharapkan bisa kembali menaikan kursi di DPR RI.
"Semua harus kerja keras dari sekarang meski Pemilu di tahun 2029. Jadi Pemilu dipisah atau tidak kader Demokrat tetap akan all out," tegasnya.
Dede Yusuf menilai, pendidikan politik bagi kader ini penting lantaran jadi penguatan dan salah satu kunci kemajuan demokrasi di Indonesia.
"Pendidikan politik merupakan amanat undang-undang yang juga menjadi bagian dari tugas partai politik," kata mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini.
Dede Yusuf juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara partai politik dengan penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu.
"Terutama dalam hal mekanisme kampanye, proses penghitungan suara, dan yang lainnya. Termasuk dalam mengawasi politik transaksional yang di KBB masih terjadi," ujarnya.
Sebab, hal itu dinilainya merusak kualitas demokrasi. Oleh karenanya Partai Demokrat mendorong pola kampanye yang lebih mendekatkan kader kepada masyarakat tanpa iming-iming materi.
“Politik transaksional ini bahaya karena bisa merusak popularitas dan elektabilitas," ucapnya.
"Kalau masyarakat tidak merasakan kehadiran kita atau datang pada saat tikungan akhir, jangan berharap dukungan. Pesan Ketua Umum Mas AHY, kader Demokrat harus sering turun dan diskusi ke rakyat," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

