Siasat Bey Machmudin Kala Benahi Bank bjb
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengakui, BUMD Bank BJB merupakan mutiara yang harus diasah agar kian berkilau.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengakui, BUMD bank bjb merupakan mutiara yang harus diasah agar kian berkilau.
Mimpi mewujudkan bank bjb agar setara dengan bank nasional, harus terus dilakukan. Kala awal menjadi Pj Gubernur Jabar, Bey mengaku sempat bingung harus berbuat apa, agar terjadi perbaikan di bank bjb.
"BUMD saya blank, cari ahli di internal sangat sulit. Akhirnya tenaga ahli lagi kan tidak bagus juga," ujarnya di Kota Bandung baru-baru ini.
Sampai akhirnya dirinya bertemu dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar. Kala itu Mahendra kata dia, mengusulkan agar bank bjb menunjuk komisaris utama di kalangan ahli kelas nasional.
"Saya waktu itu iya-iya aja. Enggak berpikir kenapa? Bank itu bisnis kepercayaan. Bank Jabar dan Bank Mandiri. Misal deposito bunganya 6 persen, ya orang milih Bank Mandiri, lebih terpercaya, lebih besar.
Itu disitu saya paham, untuk meningkatkan trust Bank Jabar, harus dicari kelas nasional," ungkapnya.
Sampai akhirnya kata Bey, dirinya menemukan Taswin Zakaria untuk ditunjuk sebagai komisaris bank bjb. Dimana dinilai memiliki jam terbang mumpuni, untuk menahkodai bank bjb.
"Akhirnya menyerah, saya telepon Pak Agus Marto (Agus Martowardojo, Mantan Gubernur Bank Indonesia), jujur saya. Saya bilang, saya perlu komisaris utama Bank Jabar kelas nasional. Kebetulan nganggur Pak Taswin. Dia sangat detail," cerita Bey.
Sampai akhirnya kini Taswin sebagai Komisaris Utama bank bjb, lalu Hilman Purakusumah dan Taufiq Budi Santoso sebagai Komisaris Independen yang ditetapkan dalam RUPS Luar Biasa 2024 lalu. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

