Sidang Mediasi Kedua akan Dilakukan Usai EXO CBX dan SM Gagal Capai Kesepakatan
EXO CBX dan agensi SM gagal mencapai kesepakatan dan akan kembali melakukan mediasi kedua bulan depan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung -Tiga member EXO, Chen, Baekhyun dan Xiumin yang dikenal sebagai CBX kini telah mendirikan Agensi pribadi dan nyatakan keluar dari SM Entertainment.
Pada hari Selasa, 23 September 2025, Divisi Perdata ke-15 Pengadilan Distrik Seoul Timur (Hakim Ketua Cho Yong-rae) menggelar Sidang Mediasi pertama terkait gugatan perdata antara EXO CBX (Chen, Baekhyun, dan Xiumin) dan SM.
Kasus-kasus tersebut meliputi gugatan penegakan kontrak SM yang diajukan terhadap EXO CBX pada bulan Juni tahun lalu.
Gugatan penyelesaian EXO CBX terhadap SM, total nilai gugatan tersebut sekitar 600 juta KRW.
Sidang tertutup yang berlangsung sekitar 30 menit itu hanya dihadiri oleh kuasa hukum kedua belah pihak.
Tidak tercapai Kesepakatan diantara keduanya, pengadilan menjadwalkan Mediasi kedua pada 2 Oktober 2025.
Sebelumnya, pada 1 Juni 2023, Chen, Baekhyun, dan Xiumin, melalui kuasa hukumnya, menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap masalah penyelesaian dan ketentuan lain dalam kontrak eksklusif mereka, serta mengumumkan niat mereka untuk mengakhiri kontrak.
Meskipun awalnya berseberangan, kedua belah pihak mengumumkan pada 19 Juni 2023 bahwa mereka telah mencapai Kesepakatan bersama.
Baekhyun menandatangani perjanjian tersebut dan memperbarui kontraknya dengan SM, berjanji untuk terus bekerja sama.
Namun, Baekhyun secara tak terduga mendirikan Agensi independen INB100 pada Januari tahun lalu, diikuti oleh Chen dan Xiumin.
INB100 kemudian menjadi sub-label di bawah One Hundred dengan menaungi tiga idola dari member EXO.
CBX mengklaim bahwa SM secara lisan menjanjikan biaya distribusi album sebesar 5,5% melalui Kakao Entertainment, tetapi janji ini tidak ditepati.
Kelompok ini berargumen bahwa pelanggaran ini membuat mereka tidak dapat mematuhi klausul perjanjian yang mewajibkan 10% dari pendapatan aktivitas individu dibayarkan kepada SM sebagai royalti.
SM membantah bahwa masalah ini bermula dari apa yang mereka sebut sebagai bujukan yang tidak adil (pengrusakan) oleh MC Mong terhadap artis mereka.
Agensi CBX mengajukan pengaduan Juni lalu yang menuduh perwakilan SM, Tak Young Joon dan Lee Sung Soo, CAO, atas penipuan berdasarkan Undang-Undang tentang Hukuman Berat untuk Kejahatan Ekonomi Tertentu.
SM juga mengajukan gugatan penegakan kontrak, menyatakan bahwa tindakan CBX tidak masuk akal dan menuntut penegakan perjanjian.
Pada bulan Juli, Komisi Perdagangan Adil Korea menyelesaikan penyelidikannya terhadap biaya distribusi album Kakao Entertainment, dan tidak menemukan pelanggaran Undang-Undang Perdagangan Adil.
Kakao Entertainment mengonfirmasi bahwa tarif distribusi ditetapkan setelah berkonsultasi dengan mitra bisnis, dengan mempertimbangkan durasi kontrak dan pembayaran di muka.
KFTC akhirnya memutuskan bahwa tidak ada pelanggaran hukum setelah meninjau semua materi terkait dan penjelasan Kakao Entertainment.
Karena putaran pertama Gagal membuahkan hasil, perhatian kini tertuju pada sesi Oktober mendatang untuk melihat apakah pertikaian panjang antara EXO CBX dan SM akhirnya dapat diselesaikan.***
Editor : Irma Nurfajri


