Sikap Kami: Menantang Persib

PERSIB Bandung juara Liga 1? Bukan juga terlalu istimewa. Biasa saja. Memang sudah sepantasnya Persib juara. Punya materi pemain bagus, pelatih ciamik, fans setia, dan konsistensi penampilan.

Sikap Kami: Menantang Persib

PERSIB Bandung juara Liga 1? Bukan juga terlalu istimewa. Biasa saja. Memang sudah sepantasnya Persib juara. Punya materi pemain bagus, pelatih ciamik, fans setia, dan konsistensi penampilan.

Pertama kalinya back to back champions? Pertama kalinya juara liga profesional dengan sistem penuh? Biasa juga. Secara teknik dan taktikal, Maung Bandung memang layak mendapatkannya.

Persib memang agak beda musim ini. Mereka tampil konsisten nyaris sepanjang musim. Bahkan ketika menghadapi jadwal-jadwal padat karena tampil di AFC Champions League Two pun, mereka tak terlalu kerepotan.

Hanya di awal musim, Persib sempat mengalami kesulitan. Itu biasa juga dalam konteks kompetisi liga. Klub-klub raksasa di Eropa pun mengalaminya. Kejutan adalah makanan sehar-hari di awal musim.

Yang istimewa adalah Persib kali ini mewujudkan gelar juara dalam kondisi serba keterbatasan. Sejak awal musim, banyak pemain yang mengalami cedera. Mesin gol David da Silva hanya tampil di beberapa laga. Gelandang Dedi Kusnandar, Febri Haryadi, Zalnando, Rezaldy Hehanussa, Rachmat Irianto, hingga Dimas Djarad, lebih sering tak main ketimbang main.

Tapi, Persib juga punya kekuatan pada Bojan Hodak. Harus diakui, dia pelatih jempolan. Dia tahu gaya main seperti apa yang dilakukan di setiap pertandingan. Kadang main offensif, tak jarang pula tampil dengan gaya bertahan sambil mengandalkan serangan balik. Semua efektif membungkam lawan.

Kompetisi memang belum selesai. Persib masih harus memainkan tiga laga lagi. Tapi, mereka sudah pasti juara. Maka, sesungguhnya sejak sekarang, manajemen Persib sudah harus melupakan musim ini, menatap ke musim depan.

Salah satunya adalah bagaimana agar bisa lebih bersuara di level Asia. Musim depan, Persib akan kembali tampil di AFC Champions League. Kegagalan seperti musim lalu, tak bisa lagi diterima.

Persib, tak seperti musim lalu, kini sudah punya pengalaman main di level Asia. Manajemen Persib sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk bisa berbicara di kancah itu. Salah satunya, tentu saja melapis kekuatan.

Persib adalah salah satu klub paling populer di Asia. Tapi itu baru pada level brand. Belum pada tataran pencapaian prestasi.

Kini, Persib harus menguber prestasi level Asia itu. Tak mudah memang. Belakangan ini tak ada lagi klub Liga 1 yang bisa berbicara. Tapi, itu justru tantangan bagi Persib.

Jika klub Thailand bisa menembus perempat final AFC Champions League, klub Malaysia bisa berbicara di level serupa, kenapa Persib tidak bisa? Persib bisa. Kesempatan itu ada. Tapi, memang perlu skuad yang lebih seimbang, dengan racikan Bojan Hodak yang mudah-mudahan bertahan, untuk bisa mulai berbicara di level yang lebih tinggi. (*)


Editor : Zulfirman