Singkirkan 10 Finalis, SMPN 54 Juarai Kompetisi GENERATORS
Tiga SMPN Kota Bandung terpilih sebagai pemenang kompetisi generasi remaja inovator schneider (GENERATORS) menyingkirkan 10 finalis terpilih dari 75 tim.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tiga SMPN Kota Bandung terpilih sebagai pemenang kompetisi generasi remaja inovator schneider (GENERATORS) menyingkirkan 10 finalis terpilih dari 75 tim.
SMPN 54 Kota Bandung keluar sebagai pemenang pertama dengan menciptakan produk bioethanol, sebagai alternatif bahan bakar dengan memanfaatkan bahan organik yakni singkong.
Predikat kedua berhasil disabet SMPN 1 Kota Bandung. Mereka berhasil menciptakan produk eco enyzme yang terbuat dari sisa makanan dan diolah menjadi pestisida dan pupuk alami.
Sementara, SMPN 39 Kota Bandung menjadi juara ketiga setelah berhasil menciptakan baterai hemat kuat yakni baterai daur ulang menggunakan karbon dari limbah baterai.
"Schneider electric mengedepankan inisiatif, dan program yang dapat memberdayakan seluruh generasi untuk terlibat dalam mencari solusi yang berdampak bagi keberlanjutan bumi dan generasi masa depan. Ekshibisi ini merupakan bagian dari rangkaian program GENERATORS yang diluncurkan Agustus lalu," kata Human Resourcers Director Schneider Electric Indonesia dan Timor Leste Sondang Saktion di Graha Manggala Siliwangi, Rabu 20 Desember 2023.
Menurut ia, Schneider Electric Foundation telah banyak melakukan program pengembangan kompetensi tingkat vokasi dan universitas. Kini, pihaknya merambah di tingkat siswa/i SMP.
"Selama lima bulan penyelenggaraan, Schneider Electric bekerjasama dengan Ancora Foundation,
Dinas Pendidikan Kota Bandung, dan GenEd (Generation Educators) untuk memberikan berbagai kegiatan
learning platform, dimana mereka dapat mengakses beragam informasi terkait pengertian jejak karbon, bagaimana cara memberikan solusi menggunakan metode design thinking, serta menampilkan diskusi antara siswa dan ahli dari Schneider Electric mengenai topik yang berhubungan mengenai kelistrikan," ucapnya.
Corporate Ciitizenship Specialist Schneider Electric Aswita Wulandari Saragih mengatakan, program GENERATORS tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik. Akan tetapi turut memfasilitasi tenaga pendidik.
Ia berharap, setelah program GENERATORS selesai para peserta didik nantinya terus menumbuhkan rasa ingin tahu dan literasinya terhadap isu sustainability serta menjadi pribadi pembawa perubahan.
"Pengenalan terhadap masalah lingkungan, dan sosial sejak dini kepada generasi muda sangat penting
untuk mereka dapat lebih cepat beradaptasi dan memiliki kompetensi mumpuni di era green jobs ke
depannya. Menyuguhkan isu-isu ini secara sederhana, interaktif dan memacu anak-anak untuk aktif terlibat
dalam pembelajaran hingga menuangkannya dalam suatu proyek sangat lah penting," kata Aswita Wulandari Saragih.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengatakan, program GENERATORS sangat bermanfaat memperkaya peserta didik dalam penguatan karakter dan wawasan.
Pihaknya pun mengapresiasi inisiatif Schneider Electric dan Ancora Foundation dalam mengembangkan materi pembelajaran yang selaras dengan isu terkini, dan memberikan kesempatan bagi guru dan peserta didik dalam mengembangkan kreativitas dan ide-ide inovatif.
"Hari ini, kita menyaksikan hasil karya dari 75 karya siswa/i SMPN Bandung dan kita bangga dengan partisipasi anak-anak muda Bandung. Kita berharap, bahwa kerjasama di sekolah antara kepala sekolah, guru-guru, dan siswa-siswi ini dapat mendorong sekolah menjadi komunitas belajar yang semakin peka terhadap isu-isu energi dan sustainability," kata Hikmat Ginanjar. *** (yogo triastopo)
Editor : Ahmad Sayuti


