Sinkhole di Lahan Pertanian Limapuluh Kota Berpotensi Terulang, Badan Geologi Imbau Warga Waspada

Lembaga tersebut menilai kejadian serupa berpotensi terjadi di lokasi lain dengan kondisi geologi dan tata guna lahan yang sama.

Sinkhole di Lahan Pertanian Limapuluh Kota Berpotensi Terulang, Badan Geologi Imbau Warga Waspada
potensi terjadinya sinkhole lain

INILAHKORAN.ID - Fenomena amblesan tanah di kawasan pertanian Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, menjadi perhatian Badan Geologi Kementerian ESDM. Lembaga tersebut menilai kejadian serupa berpotensi terjadi di lokasi lain dengan kondisi geologi dan tata guna lahan yang sama.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa amblesan tanah yang terjadi pada awal Januari 2026 itu merupakan dampak dari proses erosi bawah permukaan akibat aliran air yang terus-menerus menggerus lapisan tanah.

Secara teknis, amblesan diawali oleh munculnya rekahan kecil di permukaan tanah. Retakan tersebut kemudian menjadi jalur masuk air ke dalam lapisan tanah, membentuk rongga bawah permukaan yang semakin membesar hingga akhirnya tanah runtuh.

Badan Geologi menilai lahan pertanian intensif dengan sistem irigasi yang kurang baik memiliki risiko lebih tinggi mengalami fenomena serupa, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan struktur batuan yang mudah tererosi.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya jika menemukan retakan tanah yang semakin melebar di area pertanian maupun permukiman.

“Jika ditemukan tanda-tanda awal seperti rekahan tanah, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Lana.

Sebagai langkah pemanfaatan, Badan Geologi merekomendasikan lubang bekas sinkhole tersebut dapat dijadikan sebagai tempat penampungan air, dengan catatan dilengkapi pagar pengaman guna mencegah risiko kecelakaan.


Editor : Firda Rachmawati