Siswa Terindikasi LGBT di Cianjur Bakal Dibina di Barak Militer
Pemerintah Kabupaten Cianjur mulai menerapkan pembinaan di barak militer bagi siswa yang dianggap bermasalah atau nakal, termasuk yang terindikasi LGBT.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Pemerintah Kabupaten Cianjur mulai menerapkan pembinaan di barak Militer bagi siswa yang dianggap bermasalah atau nakal, termasuk yang terindikasi LGBT.
Pembinaan di barak militer ini dengan pendekatan pendidikan bela negara bekerja sama dengan Kodim 0608 Cianjur
Bupati Kabupaten Cianjur Mohamad Wahyu Ferdian sudah menandatangani MoU dengan Kodim 0608 Cianjur dan Yonif Raider 300/Brajawijaya untuk pelaksanaan program pembinaan tersebut, serta melibatkan kepolisian dan BNN.
"Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen kami memperbaiki kualitas generasi muda Cianjur, mereka yang dianggap bermasalah atau nakal seperti terlibat tawuran, mabuk, hingga penyimpangan seksual akan mendapat pembinaan di barak," katanya.
Pihaknya berharap pembinaan yang diberikan pada siswa bermasalah dapat menjadikan mereka lebih baik sehingga dapat menjadi kebanggaan sekolah, orang tua dan lingkungan sekitar, sehingga tidak lagi melakukan kesalahan di kemudian hari.
Wahyu mengatakan pihaknya melakukan pemantauan dan pendataan terhadap siswa SMP bermasalah yang terlibat kenakalan dan mencatat 30 orang siswa yang kerap terlibat tawuran, kekerasan dan mabuk-mabukan.
"Pemantauan dilakukan ke sejumlah wilayah di Cianjur, di mana terdapat puluhan siswa SMP yang bermasalah, sehingga melakukan koordinasi dengan orang tua menawarkan jalan pembinaan yang mendapat respons positif," katanya.
Pembinaan di barak, ungkap dia, difokuskan untuk siswa tingkat SMP, sedangkan untuk siswa tingkat SMA/SMK sederajat akan disatukan dalam program yang sama di tingkat provinsi.
"Kami fokuskan untuk siswa SMP dulu, kalau yang SMA/SMK sederajat akan ditangani di provinsi, di mana puluhan siswa bermasalah akan diantar orang tuanya masing-masing ke barak pada Selasa," katanya.
Dia menambahkan, sebagian besar orang tua siswa bermasalah dengan sukarela menitipkan anak mereka untuk mendapat pembinaan di barak militer dengan harapan dapat berubah menjadi lebih baik demi masa depan yang masih panjang.
Editor : Firda Rachmawati
