Siswi SMKN Ini Raih Omzet Puluhan Juta dari Usaha Thrifting Miliknya

Mulia Mudifia Dinata siswi SMKN 1 Cilkalongkulon berhasil berwirausaha dengan usaha thrifting miliknya yang sudah meraih omzet puluhan juta

Siswi SMKN Ini Raih Omzet Puluhan Juta dari Usaha Thrifting Miliknya
Mulia Mudifia Dinata merupakan siswi kelas XII SMKN 1 Cikalongkulon telah meraup omzet Rp 10 hingga Rp15 juta per bulan dari usaha thrifting miliknya.

INILAHKORAN, Bandung - Mulia Mudifia Dinata salah seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cikalongkulon, Cianjur, ini memiliki usaha thrifting sejak 2018.

Mulia Mudifia Dinata merupakan siswi kelas XII SMKN 1 Cikalongkulon telah meraup omzet Rp 10 hingga Rp15 juta per bulan dari usaha thrifting miliknya.

Didukung program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), usaha thrifting milik Mulia Mudifia Dinata semakin meroket.

Difia, sapaan akrabnya bercerita, wirausaha yang ia lakukan berawal dari kesukaan. Awalnya, ia membeli baju thrifting di salah satu marketplace (lokapasar) dan jatuh hati pada model, desain serta motif korean style.

"Akhirnya aku mikir, kalau aku jual yang kayak gini juga bakal laku, deh," ujar Difia, dari laman Disdik Jawa Barat, Selasa 8 Maret 2022.

Baca Juga: Rizal Ramli Minta Maaf, Ada Apa?

Anak sulung dari dua bersaudara ini pun mulai membuka usaha sendiri dan menjual satu demi satu knitwear (busana rajut) hingga akhirnya menjadi besar seperti sekarang dengan nama brand "Daisydifs".

"Daisy itu bunga yang aku suka karena cantik dan indah. Apalagi kalau bunganya banyak, kalau difs itu dari nama panggilan aku yang lebih disingkat, dari Difia jadi difs," ucapnya.

Lebih jauh, siswa kelaihiran Cianjur, 14 Juli 2004 ini mengaku selalu suka melihat orang-orang yang jualan. Hal tersebut yang menginspirasi sekaligus memotivasinya untuk terus mendalami usaha tersebut.

"Aku seneng aja liat orang-orang berjualan. Kayak seru, lewatin rintangannya dan enak nikmatin hasilnya," ungkap siswa yang hobi membaca Wattpad ini.

Ia mengatakan, kewirausahaan yang dilakukannya ini sangat didukung oleh sekolah. Melalui program SPW yang digalakkan Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Disdik Jabar, dirinya terbantu dalam proses promosi produk.

Baca Juga: Spoiler Forecasting Love and Weather Episode 9: Makin Mesra, Lee Shi Woo dan Jin Ha Kyung Berkemah

"Program SPW itu sangat bagus karena siswa terfasilitasi dan diberikan pembekalan-pembekalan bagaimana berwirausaha yang baik dan benar," ungkap putri pasangan Ibu Tini dan Bapak Mahmudin ini.

Selain itu, Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Kacadisdik) Wilayah VI pun meluncurkan program "Pojok Bestie". Program tersebut bertujuan mempromosikan produk-produk karya siswa secara daring maupun luring dalam rangka mendukung SPW.

Ia pun berbagi tips kepada siswa lain yang ingin mulai berwirausaha, yaitu niat dan kesungguhan.

"Karena, percuma aja kalau berwirausaha tapi leha-leha. Kalau lagi mood jualan ya jualan, kalau enggak mood jualan enggak akan jualan. Jadi, jangan sampai seperti itu, ya," pesannya.

Selain itu, ia pun mengajak untuk tidak mudah menyerah. Harus ada kesungguhan dan jangan takut memulai bisnis.

"Karena, semua bisnis enggak ada yang enak, pasti ada naik turunnya dan jangan nyerah yaaa! Kita semua pasti bisa selagi ada usaha dan doa," ucap siswa kompetensi keahlian otomatisasi dan tata kelola perkantoran tersebut.

Baca Juga: Kompolnas Apresiasi Langkah Muhammadiyah Terkait Kasus Plang

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Cikalongkulon, Jajat Sudrajat menuturkan, SMKN 1 Cikalongkulon merupakan salah satu wadah mempersiapkan siswa untuk berwirausaha dengan pendampingan dari guru secara kontinu.

"Melalui program SPW, diharapkan akan muncul mutiara-mutiara Start-Up digital yang mampu bersaing di era global saat ini," harapnya.

Nah, bagi pembaca yang tertarik dengan produk Difia, silakan berkunjung ke Instagram dan Shopee dengan nama @daisydifs. *** (Okky Adiana)

 


Editor : inilahkoran