SMK Sangkuriang 1 Cimahi Disorot Usai Dua Kasus Dugaan Bunuh Diri

SMK Sangkuriang 1 Cimahi menjadi sorotan setelah adanya dua kasus dugaan bunuh diri di flyover.

SMK Sangkuriang 1 Cimahi Disorot Usai Dua Kasus Dugaan Bunuh Diri
dua kasus dugaan bunuh diri yang menyeret SMK Sangkuriang 1 jadi sorotan

INILAHKORAN.ID - Nama SMK Sangkuriang 1 Cimahi menjadi sorotan publik setelah dua peristiwa tragis yang melibatkan tenaga pendidik dan siswanya terjadi di lokasi berbeda dalam rentang waktu yang terpisah. Kedua kasus ini memantik perhatian luas sekaligus keprihatinan masyarakat.

Guru SMK Sangkuriang 1 Cimahi Ditemukan Meninggal di Flyover Cimindi

Peristiwa pertama terjadi pada Jumat, 28 Juni 2024, ketika warga menemukan jasad seorang pria di Flyover Cimindi, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di pagar pembatas flyover. Mata dan mulut korban tertutup lakban hitam, membuat warga sekitar serta pengguna jalan terkejut.

Pria yang mengenakan hoodie dan celana hitam itu kemudian diketahui merupakan guru seni budaya di SMK Sangkuriang 1 Cimahi. Temuan tersebut sontak mengundang duka mendalam dari rekan sejawat dan pihak sekolah.

Siswa SMK Sangkuriang 1 Cimahi Meninggal di Flyover Pasupati

Tragedi berikutnya kembali mengaitkan SMK Sangkuriang 1 Cimahi pada Selasa, 10 Februari 2026. Seorang siswa berinisial MRJ, kelas XII jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), meninggal dunia setelah diduga melompat dari Flyover Pasupati.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK Sangkuriang 1 Cimahi, Siti Darajat, menyampaikan bahwa pihak sekolah tidak menemukan indikasi masalah serius pada diri MRJ. Menurutnya, selama bersekolah, MRJ dikenal sebagai siswa yang tidak bermasalah, tidak memiliki konflik dengan siapa pun, bersikap sopan, serta memiliki motivasi belajar yang tinggi hingga menjelang kejadian.


Editor : Firda Rachmawati