Soal Teror Aktivis dan Influencer, Pigai Minta Publik Tak Asal Tuduh Pemerintah
Pigai meminta aparat kepolisian bekerja secara profesional dan menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motif di balik rangkaian teror tersebut
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyoroti maraknya aksi teror yang dialami sejumlah aktivis dan influencer usai menyuarakan kritik terkait penanganan banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera pada akhir November 2025.
Pigai meminta aparat kepolisian bekerja secara profesional dan menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motif di balik rangkaian teror tersebut. Ia menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan negara atau pemerintah dalam aksi intimidasi tersebut.
“Saya minta kepolisian mengusut tuntas agar jelas siapa pelakunya dan apa motif sebenarnya,” kata Pigai.
Kritik Dilindungi Konstitusi, Tapi Harus Bertanggung Jawab
Pigai menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, termasuk para influencer, yang menggunakan hak kebebasan berpendapat untuk mengkritisi kebijakan publik. Menurutnya, kebebasan berekspresi merupakan pilar demokrasi yang dijamin konstitusi dan tidak dapat dibungkam oleh negara.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab. Dalam praktiknya, kritik kerap bergeser menjadi serangan personal, tudingan tanpa dasar hukum, hingga pembentukan opini yang berpotensi menyesatkan publik.
Ia juga menyinggung adanya kemungkinan pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan narasi teror untuk membangun citra sebagai korban atau playing victim demi meningkatkan popularitas di media sosial.
“Ruang demokrasi jangan dipelintir untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya.
Peringatan soal Framing dan Opini Menyesatkan
Pigai mengimbau agar para influencer tidak tergesa-gesa menuding pemerintah sebagai pelaku teror. Menurutnya, penetapan pihak yang bertanggung jawab harus berdasarkan hasil penyelidikan hukum, bukan asumsi atau opini yang berkembang di ruang publik.
Ia juga mengingatkan maraknya penggiringan opini dengan logika sesat, seperti serangan pribadi (ad hominem), manipulasi emosi, generalisasi berlebihan, hingga pengaburan hubungan sebab-akibat. Masyarakat diminta tetap kritis, rasional, dan objektif dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
Pemerintah Klaim Serius Tangani Bencana
Terkait penanganan bencana di Sumatera, Pigai menegaskan pemerintah telah menunjukkan komitmen melalui langkah konkret, mulai dari penanganan darurat hingga pembangunan infrastruktur pemulihan bagi warga terdampak.
“Publik bisa melihat bagaimana Presiden hampir setiap minggu turun langsung ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujarnya.
Pigai pun menolak keras framing yang menempatkan pemerintah sebagai pelaku teror tanpa bukti yang sah. Ia menegaskan, jika benar terjadi teror, maka pelakunya bukanlah negara.
Deretan Kasus Teror yang Dilaporkan
Sebelumnya, sejumlah figur publik dan aktivis melaporkan aksi teror yang mereka alami. DJ Donny mengaku rumahnya dilempari bangkai ayam dan bom molotov oleh orang tak dikenal. Sherly Annavita melaporkan mobilnya dicoret-coret, sementara Chiki Fawzi menerima ancaman digital.
Sementara itu, Greenpeace Indonesia mengungkap salah satu aktivisnya, Iqbal Damanik, mendapat teror berupa kiriman bangkai ayam disertai pesan ancaman ke kediamannya.
Editor : Firda Rachmawati

