Soccer for Equality: Kompetisi Sepak Bola Anak untuk Perjuangkan Kesetaraan

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama SalingJaga dari Kitabisa kembali menggelar kompetisi mini soccer bertajuk Soccer for Equality. Kali ini digelar di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Kota Bandung, 5-6 Juli 2025.

Soccer for Equality: Kompetisi Sepak Bola Anak untuk Perjuangkan Kesetaraan
Soccer for Equality ini diikuti sebanyak 28 tim yang terbagi pada U-10 Putra (10 tim), U-12 Putra (12 tim), U-13 putri (4 tim), U-16 Putri (6 tim). (muhammad ginanjar)

INILAHKORAN, Bandung - Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama SalingJaga dari Kitabisa kembali menggelar kompetisi mini soccer bertajuk Soccer for Equality. Kali ini digelar di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Kota Bandung, 5-6 Juli 2025.

Soccer for Equality ini diikuti sebanyak 28 tim yang terbagi pada U-10 Putra (10 tim), U-12 Putra (12 tim), U-13 putri (4 tim), U-16 Putri (6 tim).

Soccer for Equality ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Girls Football, program pemberdayaan anak perempuan di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar mendapatkan akses pendidikan dan kesempatan yang setara.

Pasalnya, NTT masih menghadapi tantangan besar terkait akses dan kualitas pendidikan, khususnya bagi anak perempuan. 

Berdasarkan data BPS di 2023, rata-rata lama sekolah di NTT hanya 8,15 tahun, lebih rendah dari rata-rata nasional yang sebesar 9,08 tahun. 

Selain itu, tingginya angka perkawinan anak dan diskriminasi berbasis gender terus menghambat masa depan anak perempuan di provinsi tersebut.

“Sepak bola adalah ruang yang inklusif. Di lapangan, semua punya kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan. Itulah semangat yang ingin kami bawa lewat Soccer for Equality, bahwa anak perempuan berhak atas ruang bermain, ruang belajar, dan ruang bermimpi,” ujar Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti.

Dini menegaskan, olahraga bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran akan pentingnya kesetaraan, sekaligus mendorong lebih banyak dukungan publik bagi pendidikan anak perempuan di wilayah-wilayah tertinggal seperti NTT. 

Pemain sepak bola profesional yang juga gelandang dan Kapten Persib, Marc Klok, ikut menyatakan dukungannya pada kompetisi Soccer for Equality di Bandung. Marc menyampaikan keinginannya agar setiap anak di Indonesia memiliki mimpi dan semangat yang sama tanpa batasan apa pun, terutama karena gender.

“Saya sangat percaya sepak bola adalah olahraga yang tepat untuk memperkenalkan kesetaraan gender. Dengan bergabung di turnamen (Soccer for Equality), kita akan mendukung dan membantu sesama, untuk pendidikan anak perempuan dan kesetaraan gender di NTT,” ujar Marc.

Adapun, kompetisi Soccer for Equality ini terbuka untuk dua kategori yaitu Men Junior dan Women Junior diikuti oleh lebih dari 28 klub dari berbagai komunitas. Seluruh peserta adalah anak-anak, sehingga bisa dikatakan bahwa anak-anak ini bertanding demi mendukung masa depan anak-anak lainnya di NTT. 

Dalam semangat gotong-royong tersebut, SalingJaga turut hadir untuk memberikan perlindungan bagi para peserta, menjaga mereka dari risiko kecelakaan selama bertanding, sekaligus menjaga masa depan para calon atlet cilik ini.

Marsudi Wijaya, VP Crowdfunding Kitabisa sekaligus perwakilan dari SalingJaga dan Beyond The Game menuturkan, SalingJaga sangat mendukung acara ini karena tujuan baik dan sejalan dengan nilai-nilai pada SalingJaga. Pasalnya, peserta yang mengikuti ajang ini, bukan cuma berkompetisi saja tapi juga membantu anak-anak perempuan dan kesetaraan gender di NTT.

Sehingga, lanjut Marsudi, salah satu bentuk dukungan SalingJaga ditunjukkan lewat pemberian perlindungan Asuransi SalingJaga Perlindungan Diri untuk seluruh tim atau peserta yang berkompetisi di Soccer for Equality kali ini, atas segala jenis kecelakaan yang tidak disengaja, yang menyebabkan tutup usia, cedera fisik, atau kondisi yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

“Kami di SalingJaga percaya, perubahan besar dimulai dari aksi bersama. Dengan semangat gotong royong lewat sepak bola, kami ingin mengajak masyarakat terlibat aktif dalam perjuangan mewujudkan kesetaraan,” tambah Marsudi.

Pada kesempatan yang sama, mewakili para donatur di Kitabisa, Marsudi juga secara simbolis menyerahkan hasil donasi sebesar Rp50 juta yang telah dikumpulkan oleh para #OrangBaik di Kitabisa melalui Plan Indonesia. Nantinya, hasil donasi ini akan digunakan untuk bantuan pendidikan anak-anak dan kesetaraan gender di NTT.

“Ini tentang harapan yang dibagi bersama, untuk anak-anak yang ingin sekolah dan perempuan yang ingin mendapatkan kesempatan yang sama. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat,” pungkas Marsudi.

Tidak hanya itu, para peserta Soccer for Equality tidak hanya bermain sepak bola, tetapi turut ikut berdonasi untuk pendidikan anak perempuan. Mereka juga memiliki halaman galang dana untuk mengumpulkan donasi guna mendukung program pendidikan bagi anak perempuan hingga kampanye anti-kekerasan berbasis gender. 

Masyarakat luas dapat turut berpartisipasi dengan berdonasi melalui laman kitabisa.com/girlsfund, yang akan digunakan untuk mendukung program Girls Football. Program ini tidak hanya mengajarkan sepak bola, tetapi juga membekali anak perempuan di NTT dengan keterampilan kepemimpinan, kepercayaan diri, kesadaran sosial, serta kesiapan menghadapi dunia kerja di masa depan.


Editor : Doni Ramdhani