SPHP Jadi Pilihan Utama, Bulog Cabang Bandung Optimalkan Serapan di Musim Panen
Wakil Kepala Perum Bulog Cabang Bandung, Ratih Rachmawati memastikan, ketersediaan beras jenis stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) tetap terjaga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wakil Kepala Perum Bulog Cabang Bandung, Ratih Rachmawati memastikan, ketersediaan beras jenis stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) tetap terjaga.
Menurut ia, meski beberapa daerah sudah mulai memasuki masa panen. Namun belum seluruh wilayah di Bandung Raya mengalami panen serentak.
"Kalau untuk panen, memang sudah ada di titik-titik tertentu. Tapi belum serentak, khususnya di wilayah Bandung Raya. Saat ini yang sudah mulai panen adalah wilayah Sumedang," kata Ratih Rachmawati, Jumat 5 September 2025.
Sambung ia, Bulog Bandung sekarang ini sedang aktif melakukan penyerapan hasil panen petani guna menambah stok cadangan beras pemerintah (CBP).
Penambahan stok tersebut, diharapkannya mampu memperkuat ketahanan pangan daerah. Khususnya untuk mendukung ketersediaan beras di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.
"Sudah ada beberapa titik yang mulai masuk. Diharapkan stok CBP bisa terus bertambah dan mendukung persediaan dalam negeri, terutama di Bandung Raya," ucapnya.
Secara nasional, target penyerapan beras oleh Bulog mencapai tiga juta ton. Meski belum ada penambahan melalui Instruksi Presiden (Inpres), Ratih menyebut Bulog Cabang Bandung menargetkan penyerapan sebesar 37 ribu ton setara beras dalam periode satu tahun.
"Target 37 ribu ton itu dihitung untuk satu tahun. Kami menyerap dari petani lokal, khususnya yang berada di wilayah Sumedang, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat," ujar dia.
Terkait minat masyarakat terhadap beras SPHP, ia menyampaikan antusiasme warga sangat tinggi. Hal ini juga didukung oleh kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung yang secara rutin menggelar bazar murah dan gerakan pangan murah (GPM).
"Alhamdulillah, banyak beras kami yang terjual melalui kegiatan tersebut. Selain itu, beras SPHP juga sudah tersedia di banyak retail modern di wilayah Bandung. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," jelasnya.
Ditanya soal jenis beras yang paling diminati masyarakat, Ratih menegaskan bahwa beras SPHP masih menjadi pilihan utama dibandingkan beras premium.
"Kalau permintaan, masih lebih tinggi di beras SPHP. Mungkin lebih dari 80 persen permintaan mengarah ke SPHP," tandas dia.***
Editor : JakaPermana

